Prabowo: Nuzulul Qur’an Harus Jadi Momentum Memerangi Korupsi

Rabu, 11 Mar 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan di Istana Negara, Jakarta. Selasa, (10/4/2026). (Sumber: kemenag.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
20.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ajakan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Menurut Presiden, peringatan turunnya Al-Qur’an tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan serta menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Peringatan Nuzulul Qur’an ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk memahami dan meresapi makna ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, seperti kejujuran, keadilan, dan amanah, harus menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan dan kekuasaan.

Ia mengingatkan bahwa kekuasaan sejatinya merupakan amanah dari Tuhan yang harus digunakan untuk menegakkan kebenaran serta melindungi kepentingan rakyat.

“Semakin saya menyadari bahwa kepemimpinan adalah takdir dan kekuasaan berasal dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan diberikan sebagai amanah untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi dan berbagai praktik penyelewengan yang merugikan negara.

Menurutnya, korupsi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

“Memang kita harus menghilangkan korupsi dan berbagai praktik penyelewengan yang tidak benar dan dilarang oleh semua agama,” kata Presiden.

Presiden menambahkan, tidak ada negara yang dapat maju jika pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik korupsi.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat dan membawanya ke luar negeri,” ujarnya.

Melalui momentum Nuzulul Qur’an, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari ulama, tokoh agama, hingga masyarakat, untuk memperkuat persatuan serta menegakkan nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

No More Posts Available.

No more pages to load.