JAKARTA (kabarpublik.id) – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta berlangsung tertib di Jalan MH Thamrin, Jumat (12/6). Meski sempat terjadi ketegangan dengan aparat keamanan, situasi akhirnya kembali kondusif setelah kedua pihak sepakat menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
Para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi untuk menyuarakan tuntutan mereka. Personel TNI dan Polri yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi terlihat berada di tengah massa sambil memantau dan mendengarkan penyampaian aspirasi.
Sebelumnya, sempat terjadi adu argumen antara massa dan petugas. Namun, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama dan berhasil diredam melalui komunikasi di lapangan.
Sejumlah mahasiswa bahkan tampak duduk bersama aparat keamanan di lokasi aksi sebagai simbol komitmen menjaga suasana tetap damai dan tertib.
Menjelang sore hari, massa aksi masih terus berdatangan dari arah Semanggi menuju Jalan MH Thamrin dengan membawa berbagai atribut demonstrasi. Arus kendaraan di sekitar lokasi juga diwarnai suara klakson yang bersahutan, sementara aktivitas masyarakat yang pulang kerja mulai meningkat.
Sementara itu, akses menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tetap dibatasi oleh aparat. Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa kebijakan sterilisasi kawasan Bundaran HI dari aktivitas unjuk rasa dilakukan berdasarkan kajian teknis dan analisis dampak sosial.
Menurut kepolisian, koridor Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin merupakan jalur utama mobilitas kendaraan di Jakarta. Konsentrasi massa dalam jumlah besar di kawasan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan parah yang dapat meluas ke sejumlah ruas jalan utama lainnya.
Selain menjadi pusat lalu lintas, kawasan Bundaran HI juga merupakan simpul transportasi publik yang menghubungkan berbagai moda transportasi massal. Gangguan di titik tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
Kepolisian juga menilai kawasan Bundaran HI memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan ekonomi, bisnis, dan perhotelan internasional sehingga stabilitas keamanan dan kenyamanan di area tersebut perlu dijaga bersama.







