Breaking News
Live Update Berita Terkini

Airlangga Dorong Konsumsi Domestik Lewat Program BINA Lebaran 2026

Sabtu, 7 Mar 2026
Editor: Eky
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026), yang ditargetkan mampu meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp53 triliun. (Sumber: ekon.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
35.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah terus mendorong penguatan konsumsi domestik sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program stimulus, momentum belanja nasional, hingga peningkatan mobilitas masyarakat saat hari besar keagamaan diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus memperkuat kinerja ekonomi pada awal tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus mendukung sektor ritel dalam negeri.

“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Ini naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu, dan kami berharap program ini dapat terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujar Airlangga saat membuka Program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Airlangga, program tersebut merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat pasar domestik melalui berbagai promosi dan program belanja selama Ramadan hingga Idulfitri.

Program BINA Lebaran 2026 berlangsung selama 25 hari, mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, sekitar 400 pusat perbelanjaan juga ikut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai promo dan potongan harga bagi masyarakat.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi. Di antaranya bantuan pangan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp11,92 triliun serta pemberian diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran.

Pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) agar masyarakat dapat memanfaatkan insentif transportasi tersebut sekaligus meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain itu, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat. Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan transportasi daring juga menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp220 miliar.

“Tentu kami berharap momentum ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini, bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Airlangga.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen. Target tersebut diharapkan tercapai melalui peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat dan penjualan sektor ritel.

Selain mendorong konsumsi, Airlangga juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap produksi dalam negeri agar mampu bersaing di pasar domestik.

“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi. Semua negara mencari pasar besar, dan Indonesia dengan 287 juta penduduk merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta Direktur The Foodhall Indonesia Lenny Tjandra.

No More Posts Available.

No more pages to load.