JAKARTA (kabarpublik.id) – Sebanyak 80 pelajar di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, mengikuti program Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim (PPKM) 2026 yang diselenggarakan Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) pada 26–30 Oktober 2026.
Program tersebut bertujuan menanamkan jiwa nasionalisme, meningkatkan wawasan kebaharian, serta membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan laut dan pesisir.
Wakil Komandan Pusat Teritorial TNI Angkatan Laut (Pusteral), Kolonel Marinir Qomarudin, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI AL membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mencintai potensi maritim Indonesia.
“Kegiatan PPKM bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, inovatif, kompetitif, dan nasionalis,” ujar Qomarudin di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan maritim yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Karena itu, pemahaman mengenai potensi kelautan perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Ia menegaskan pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung agar peserta memahami kondisi lingkungan maritim.
Pelajar Dibekali Wawasan Kebaharian dan Nasionalisme
Selama lima hari, peserta mengikuti sejumlah kegiatan edukatif dan praktik lapangan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembekalan materi serta kunjungan kapal di Pusteral. Peserta juga mendapatkan pengenalan Saka Bahari, pembinaan mental ideologi, dan kesempatan berdialog dengan sejumlah tokoh.
Pada Rabu (28/10/2026), para pelajar dijadwalkan mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan praktik olahraga air.
Kegiatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026) dengan penanaman mangrove, tur pulau, aksi bersih pantai, serta renungan kebangsaan.
Program pembinaan tersebut akan ditutup melalui upacara dan pemberian penghargaan di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, pada Jumat (30/10/2026).
Qomarudin berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
“Generasi muda harus bangga menjadi bagian dari Indonesia dan berperan aktif menjaga kekayaan maritim bangsa,” tegasnya.
Dorong Kepedulian terhadap Ekosistem Pesisir
Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, menyambut positif pelaksanaan program pembinaan karakter maritim tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memperluas pengetahuan pelajar mengenai potensi kelautan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan lingkungan pesisir.
“Melalui pembinaan ini, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada potensi bahari, tetapi juga ditumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir dan pulau kecil secara berkelanjutan,” ujar Muslim.
Ia menjelaskan wilayah Kepulauan Seribu memiliki potensi maritim yang luas, mulai dari sektor pariwisata bahari, sumber daya laut, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Oleh karena itu, generasi muda yang tinggal di wilayah kepulauan perlu memahami potensi tersebut sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.
Muslim juga menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran maritim di kalangan pelajar.
“Kami berharap kolaborasi TNI AL, aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan unsur pendidikan dapat memperkuat wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap laut, serta kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya.





