JAKARTA (kabarpublik.id) – Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Ia memutuskan berbicara ke publik agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan olahraga.
Viona mengaku keputusan tersebut tidak mudah. Sejak awal, ia diliputi rasa malu dan takut untuk bersuara. Ia sempat menempuh jalur internal dengan melaporkan kejadian tersebut ke federasi.
“Saya sudah membuat pengaduan tertulis ke PP KBI, lalu melakukan tindak lanjut melalui WhatsApp dan telepon hingga akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona seperti dikutip dari laman kemenpora.go.id, Selasa (17/3/26).
Namun, proses internal tersebut dinilai tidak memberikan perlindungan yang memadai. Karena itu, Viona memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. Sebelumnya, ia juga telah menyampaikan laporan kepada KONI daerah.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi saat Viona menjalani masa latihan intensif. Dalam kondisi fokus mempersiapkan diri sebagai atlet, ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari terduga pelaku.
Viona menuturkan, pada awalnya ia hanya berani melaporkan secara internal karena merasa malu dan belum siap membuka diri sebagai korban.
“Jujur, awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya melapor secara internal sesuai prosedur,” katanya.
Dalam proses pelaporan ke polisi, Viona mengaku menjalani semuanya tanpa pendamping kuasa hukum. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga harga diri sekaligus memperjuangkan keadilan.
Viona berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran bagi atlet perempuan lainnya agar berani melindungi diri dan tidak ragu melapor jika mengalami hal serupa.
“Saya minta atlet perempuan untuk menjaga diri dan jangan ragu melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang berani bicara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa prestasi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan harga diri dan martabat.
“Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat,” tegasnya.





