Laporan : Ganjar Gandapraja (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud
KOTA BANDUNG [KP] – Dari 150 orang warga Kecamatan Andir, tujuh (7) diantaranya reaktif corona berdasarkan rapid test yang dilakukan Puskesmas Garuda pada tanggal 12 Juni lalu, demikian pernyataan Ketua Pelaksana Rapid Test Puskesmas Garuda Kecamatan Andir Kota Bandung, dr. Ilham kepada kabarpublik.id, Selasa (16/06/2020).
Menurutnya, warga yang terindikasi reaktif corona akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan PCR-SWAB secepatnya dan langsung melakukan isolasi mandiri dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Hasil rapid test reaktif itu belum bisa menentukan apakah yang bersangkutan terinfeksi covid-19 atau tidak. Ini yang harus menjadi perhatian warga masyarakat agar tidak menjadi berita atau kabar yang simpang siur tentang status reaktif ini, karenanya program edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan,” terang dr. Ilham.
Rapid test, lanjut Ilham, akan dilaksanakan secara massal setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu, adapun tempat dan sasaran bergantung dan menyesuaikan dengan jumlah dan alat rapidnya. Untuk penanganan warga yang terindikasi reaktif covid-19 prosedur dan teknis penanganannya sudah disiapkan sesuai prosedur standar dari Dinkes.
Sementara itu Sekretaris Kecamatan Andir, Uba Reynaldi menyatakan Kecamatan Andir termasuk terbesar urutan ketiga kecamatan penyumbang covid-19 se-Kota Bandung selain Kecamatan Cicendo dan Kecamatan Bandung Kulon.
“Kami sangat berharap dilakukan kembali program edukasi dan sosialisasi secara intensif di wilayah Kecamatan Andir, khususnya di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Maleber dan Kelurahan Kebon Jeruk dan perlu diketahui bahwa dikedua kelurahan ini sudah berjalan dengan konsep atau program Kampung Tangguhnya yang masing masing Kampung Tangguh berada dalam penanganan langsung para kepala kelurahan beserta Tripika setempat dan dibantu oleh pihak Puskesmas masing masing yaitu Puskesmas Garuda untuk warga Kelurahan Maleber dan Puskesmas Babatan untuk warga Kelurahan Kebon Jeruk,” terangnya.
Dilain pihak Koordinator Program Bangkit Bersama, Echo Remmi menyatakan kegiatan rapid test merupakan kerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Puskesmas Garuda Kecamatan Andir, Lembaga Pemerintahan Kecamatan Andir dan donasi dari Centre for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Jakarta serta dibantu oleh relawan gerakan Bandung Bangkit Bersama.
“Kami sedang mengupayakan secara serentak kegiatan pelacakan atau tracing terhadap bahaya penyebaran covid-19 di wilayah Kecamatan Andir sekaligus dibarengi dengan penguatan gerakan hidup sehat dikalangan masyarakat atau GERMAS,” tandasnya saat dikonfirmasi via telepon. #*[KPJabar].





