JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikasi guna menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/6), Afriansyah menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk pengetahuan, pola pikir, dan karakter mahasiswa. Namun, bekal akademik saja dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Menurutnya, kompetensi dan sertifikasi menjadi faktor penting yang melengkapi pendidikan formal. Sertifikasi kompetensi berfungsi sebagai bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan sesuai standar yang diakui dunia kerja.
“Di tengah perubahan yang begitu cepat, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka juga harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan memperkuatnya melalui sertifikasi agar lebih siap bersaing,” kata Afriansyah.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan keterampilan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, program magang, dan uji kompetensi.
Afriansyah menilai pengalaman praktis dan pengakuan atas kemampuan yang dimiliki akan menjadi nilai tambah ketika memasuki pasar kerja.
“Jadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Pelatihan, magang, dan sertifikasi akan meningkatkan daya saing saat mencari pekerjaan,” ujarnya.
Selain itu, Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Menurutnya, pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi harus berjalan secara beriringan untuk menghasilkan tenaga kerja yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.
“Pendidikan memberikan fondasi yang kuat, kompetensi menunjukkan kemampuan bekerja, sedangkan sertifikasi menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan. Ketiganya harus saling melengkapi,” katanya.
Afriansyah berharap penguatan ketiga aspek tersebut dapat melahirkan tenaga kerja Indonesia yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung peningkatan daya saing nasional di tingkat global.





