Breaking News
Live Update Berita Terkini

Wali Kota Tauhid Soleman Gelar Rapat Bersama OPD dan Camat Se Kota Ternate

Minggu, 16 Okt 2022
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
9.6K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Wali Kota  Ternate Dr. M. Tauhid Soleman menggelar rapat bersama para Kepala Organisasi    Perangkat Daerah atau OPD dan Camat se Kota Ternate di kantor Bappelitbangda Kota    Ternate dengan didampingi Sekretaris Daerah Kota Ternate, Jusuf Sunya. Sabtu (15/10/2022)

Wali Kota menyatakan, dalam rapat tadi banyak hal yang dibicarakan, terutama Dana   Transfer Umum atau DTU, kedua, persiapan   Hari Jadi Ternate atau Hajat  ke772 dan  progres kegiatan disetiap OPD. Dan untuk  kegiatan – kegiatan di OPD sebagian besar   semua sudah jalan.

“Yang kita lakukan ini hanya untuk mempercepat DTU 2 persen dalam perhitungan Pemerintah Kota Ternate senilai Rp 4.000.000.000 yang masuk dalam APBD perubahn tahun 2022,” ucap Wali Kota kepada awak media usai dari rapat.

Anggaran itu dikatakan, seperti yang sudah disepakati untuk mendanai program kegiatan, antara lain, Bantuan Sosial atau sebesar Rp 1.400.000.000, dengan rincian, yaitu program dan kegiatan Warung Mama sebesar Rp 400.000.000 Ojek Andalan sebesar Rp 900.000.000, dan pelaku komunitas kreatif sebesar Rp 100.000.000.

Kemudian, program penciptaan lapangan kerja sebesar Rp 1.200.000.000 yang diperuntukan untuk alat pertukangan sebesar Rp 200.000.000. Selanjutnya, untuk program    pembuatan TPS Tematik di 5 kecamatan dalam kecamatan Kota Ternate dengan sistem padat karya sebesar Rp 1.000.000.000 disepakati untuk dialihkan dalam bentuk  program bantuan sosial seperti operasi pasar   di 3 kecamatan yaitu, Hiri, Moti, Batang Dua, serta angkot dan nelayan.

“Sedangkan untuk  program perlindungan sosial lainnya sebesar Rp 1.400.000.000     yang diperuntukkan untuk pemberian subsidi   listrik sebesar Rp 1.000.000.000 dan operasi   pasar di wilayah Pemkot sebesar Rp 400.000.000,”ujarnya

Wali Kota menuturkan, program itu akan berjalan selama 3  bulan dan masing-masing OPD sudah memiliki data, kepada masyarakat  yang berhak menerima, sehingga pemerintah    tetap fokus dalam program penanganan   inflasi daerah.

“Jadi kita harus fokus karena ada pinaltinya, sebab itu kan kita punya DAU sendiri maka akan terpotong kalau bukan tahun ini maka di tahun 2023,” kata orang nomor satu di Kota Ternate itu.

Terpisah, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly menyatakan, dalam rapat tadi juga ada beberapa poin penting yang menjadi fokus penekanan Wali Kota Ternate. Pertama, Wali Kota meminta kerja – kerja semua OPD karena tahun 2022 sudah mau  berakhir.

Maka Wali Kota meminta Bappalingbanda dan Inspektorat melakukan monitoring dilapangan terhadap sejumlah proyek yang dilaksanakan oleh OPD. Jangan sampai ada proyek  pekerjaan yang memang berjalan di lapangan  tapi tidak sesuai spesifikasi dalam item-item  kontrak. Nah, situlah akan menjadi bahan koreksi dan evaluasi

Kedua, Pak Wali menekankan terhadap aset milik daerah. Yang beberapa hari ini menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK RI, maka Pak Wali meminta semua pejabat Pemkot harus progatif, baik itu ASN maupun Non – ASN atau yang sudah berakhir  massa  jabatan untuk melakukan kerjasama yang baik.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Dr. Rizal Marsaoly

“Agar apa yang dilakukan oleh KPK itu berjalan dengan baik. Buktinya KPK     mendampingi Pemkot melalui BPKAD Kota Ternate melakukan penarikan aset 71  kendaraan yang tercatat sebagai aset daerah  yang masih dikuasai oleh mantan pejabat atau ASN. Dan alhamdulillah aset kendaraan  sudah ditarik dan diperkirakan berada di Ex kantor Wali Kota Ternate,” sebutnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate ini menyebutkan, setelah aset ini sudah  terkumpul selanjutnya, pihaknya akan melihat petunjuk dari KPK seperti apa, apakah dilelang atau seperti apa. Apabila nanti  ada  rekomendasi dari KPK maka Pemerintah Kota akan menindaklanjuti.

“Untuk sejumlah kegiatan OPD yang belum selesai, itu nanti menjadi catatan karena ada beberapa program OPD menjadi sorotan  Bapak Wali Kota, yaitu fisik, makanya beliau   meminta ekstra untuk lebih cepat, salah   satunya tempat pusat kuliner di belakang   Jatiland Maal yang dipegang oleh tiga OPD, yaitu PUPR, Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM,” tambahnya. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.