Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI). Editor : Mahmud Marhaba
POHUWATO [KP] – Betapa kagetnya Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman, ketika tiba di kantor, Selasa (26/05/2020) melihat bentangan spanduk yang bertuliskan segel kantor ini. Terlebih ketika pintu masuk digembok. Demikian dirinya menjelaskan awal pertemuannya dlalm RDP bersama Bupati Pohuwato, Ketua Komisi II DPRD, Sekda Pohuwato, Asisten II yang juga selaku Dewan Pengawas mewakili pemerintah di tubuh PDAM Pohuwato.
Dijelaskan Hairudin Usman, pihaknya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri. Dirinya pun mulai menjelaskan hal yang sangat prinsip di tubuh perusahan daerah yang mengelolah air untuk rakyat Pohuwato.
Dijelaskan dihadapan peserta RDP, PDAM selama ini efesiensi penagihan dibawah harapan. Dari pelanggan yang ada, hanya 30 persen yang me;akukan pembayaran.
“Piutang PDAM dari tahun 2018 hingga 2020 sebanyak 6 miliar. Kemampuan membayar pelanggan sudah tidak ada lagi. Rata-rata sulit membayar, padahal sambungan yang kita urus tidak bisa terbayarkan,” kata Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman.
Namun, dirinya mengakui, undanagn Bupati ini, dirinya menerima penyegaran.
Dikatakan lagi bahwa PDAM tidak sehat lagi dan tidak mampu menaikan tarif, namun kita belum memiliki formulasi tepat.
Olehnya, Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman berjanji jika pada bulan berikutnya, ada yang menungga 2 bulan maka pihaknya akan melakukan penyegelan.
“Mulai bulan depan, pihak manajemen PDAM akan melakuakn penyegelan bagi pelanggan yang menunggak hingga 2 bulan,” tegas Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman sambil menyampaikan jika ada pelanggan yang menunggak hingga 2 tahun lamanya.
Apakah sikap Direktur akan efektif memecahkan masalah yang melilit PDAM ini? Kita tunggu saja langkah strategis PDAM dalam memecahkan persoalan karyawan ditengah pendemi Covid-19 ini.#[KP]





