Laporan : Adi / Editor : YR
MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Sosialisasi dan pendidikan pemilih bertemakan “Peran Pemilih Dalam Budaya Politik Berkemajuan” ini untuk meningkatkan pengetahuan peran partisipasi pemilih perempuan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara tahun 2024.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (NA) Maluku Utara, Suryani Mansyur. Dikatakan, selain peningkatan pengetahuan juga bagaimana kita menjadi pemilih yang cerdas untuk menentukan pilihan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Dengan melihat rekam jejak dan visi-misi program prioritas. Selain itu, para peserta juga diajak menolak politik uang. Nanti kan banyak pemilih di TPS jadi kita berharap pilihlah sesuai dengan pilihan masing – masing,” ucapnya di Hotel Butik Pelangi Ternate, Kamis (31/10/2024).
Dikatakan, Nasyiatul Aisyiyah Maluku Utara juga berharap kepada para peserta mungkin yang berada di dalam PPK dan PPS bekerja sama dengan penyelenggara untuk mengawal proses berjalannya pesta demokrasi agar berjalan aman, lancar, dan damai tanpa ada persoalan.
Sementara itu, Ketua Panitia Rahmania Wambes saat dikonfirmasi mengungkapkan, peserta yang dihadirkan dalam agenda ini sebanyak 50 orang, terdiri dari Ibu – ibu Dasawisma, warga RT 02 Mangga Dodol, Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan, dan mahasiswa dari UMMU.
“Selesai dari agenda ini ada delapan tujuan dan output yang diharapkan, pertama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemilu gubernur dan wakil gubernur 2024. Kedua, memberikan informasi tentang tata cara pemilihan sesuai dengan tahapan yang sedang berlangsung,” sebut Rahmania.
Ketiga, memperkenalkan calon – calon yang berkompetisi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur propinsi Maluku Utara 2024. Empat, menyampaikan informasi pemilu dalm perspektif kebudayaan, agama dan lain – lain. Lima, mengoptimalkan peran keluarga sebagai basis sosialisasi dn pendidikan pemilih untuk melahirkan pemilih yang rasional, cerdas dan mandiri.
Ia melanjutkan, ke enam, memperkuat keluarga sebagai wadah cleaning house terhadap informasi yang berupa bohong/hoax yang berasal dar i lingkungan social diluar keluarga. Tuju, mendekatkan pemilih dengan penyelenggara dan penyelenggaraan pemilihan sehingga pemilih berpartisipasi penuh dan aktif pada keseluruhan tahapan pemilihan.

“Dan ke delapan, mendorong setiap keluarga menghidupkan kembali tradisi dialog. Mensosialisasikan kepada keluarga mereka, dan lingkungan sekitar yang mereka tinggal. Selain itu, dalam kegiatan ini NA Maluku Utara juga memberikan sertifikat penghargaan kepada dua narasumber, yaitu Bapak Dr. Aji Deni, S.Pd, M.Si selaku dosen di UMMU, dan Ibu Reni S. A Banjar, anggota KPU Maluku Utara,” ungkap Rahmania.
Sekadar diketahui, sosialisasi dan pendidikan pemilih ini diselenggarakan oleh Nasyiatul Aisyiyah Maluku Utara bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara.




