Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Ismail Abas/ Mahmud
TOTOSIAJE [KP] – Tim Bappenas RI, melihat dari dekat tanaman tanpa tanah yang digelontarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di desa Torosiaje Kecamatan Popayato, Kamis (04/04/2019).
Di kampung Hijrah Hijau Torosiaje tersebut Tim Bappenas, Ahmad Dading Gunadi bersama Wicaksono Sarosa Dosen Trisakti sangat mensuport program yang telah dilaksanakan oleh masyarakat, dimana ini sangat bermanfaat besar dan membantu masyarakat terutama warga yang tinggal di kepulauan.
“Meski tidak memiliki tanah untuk bercocok tanam akan tetapi bisa menanam sayuran dan bisa dinikmati sendiri. Langkah yang baik ini benar-benar membantu masyarakat dan diharapkan seluruh warga Torosiaje dapat melakukan program yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan,” ungkap Ahmad Dading Gunadi.
Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Sumarni Kadji bersama Kasie Pembudayaan dan Kegemaran Membaca, Yusri Ismail yang mendampingi Tim Bappenas menjelaskan, program tanaman tanpa tanah ini didapati dari hasil membaca yang manfaatnya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat membantu ekonomi keluarga agar supaya nanti dari hasil membaca bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehar-hari.
Mereka (masyarakat) itu minimal bisa terbantu ekonomi keluarga untuk bisa menghasilkan sesuatu seperti sayuran, tanaman-tanaman dapur hidup serta kebutuhan-kebutuhan setiap hari.
“Desa Torosiaje tidak ada tanah dan juga air tawar agak susah, sehingga kalau kita menanam pakai tanah agak susah menyiram setiap hari, maka kami dari Dinas Perpustakaan melakukan satu terobosan untuk mempraktekkan hidroponik si desa ini agar masyarakat diatas laut pun bisa menikmati sayuran-sayuran hijau dari hasil tanaman mereka sendiri,” ungkap Sumarni Kadji.
Alhamdulillah masyarkat respon dan sudah banyak rumah-rumah penduduk yang sudah mulai menanam sendiri dengan cara-cara sederhana dengan menggunakan plastik-plastik bekas.
Ini bersamaan dengan Pohuwato tahun 2019 bebas sampah plastik.
“Jadi kami dari Dinas Perpustakaan meresponnya dengan memanfaatkan kembali sampah plastik itu untuk bisa punya nilai ekonomi untuk bisa dimanfaatkan,” jelas Kasie Pembudayaan dan Kegemaran Membaca, Yusri Ismail. #[KP/Humas/Jundi]





