GORONTALO [kabarpublik.id] – Cuaca mendung tak menghalangi puluhan warga Kecamatan Tabango untuk menghadiri kampanye dialogis pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo nomor urut 2, Prof. Nelson Pomalingo dan Kris Wartabone.
Dalam suasana yang penuh antusiasme, Kris Wartabone, yang merupakan cucu pahlawan nasional Nani Wartabone itu, menjelaskan kepada masyarakat mengapa ia maju mendampingi Prof. Nelson dalam Pilgub Gorontalo 2024.
Menurut dia, bahwa Prof. Nelson bukan sekadar calon pemimpin, melainkan tokoh yang memiliki dedikasi tinggi untuk rakyat.
“Prof. Nelson adalah sosok yang berjuang untuk menjadikan Gorontalo sebagai provinsi,” ujarnya Kris, Sabtu (05/10/2024).
Kris juga memperjelas bahwa Prof. Nelson menolak tawaran untuk menjadi Gubernur kala itu adalah karena beliau percaya ada sosok lain “Fadel Muhammad” yang dapat membawa Gorontalo ke arah yang lebih baik
“Inilah bukti, kalau Prof. Nelson berjuang semata-mata demi rakyat, bukan ambisi kekuasaan,” tegas Kris Wartabone.
Kesamaan visi misi adalah alasan Prof.Nelson memilih Fadel Muhammad, dan terbukti Fadel Muhammad berhasil membangun Gorontalo, bahkan menurunkan tingkat kemiskinan.
Namun, sayangnya pencapaian yang dilakukan Fadel Muhammad itu tidak dilanjutkan para penerusnya (Gubernur selanjutnya). Malah sekarang, Provinsi Gorontalo menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia.
“Situasi ini yang mendorong Prof Nelson. Beliau bertekad membenahi keadaan Provinsi Gorontalo,” jelas Kris.
Masyarakat di Kabupaten Gorontalo, lanjut Kris, pasti sudah merasakan apa yang dilakukan Prof. Nelson selama dua periode menjadi Bupati.
“Sekarang Prof. Nelson ingin agar hasil yang sama juga bisa dirasakan semua masyarakat Gorontalo. Itu alasan saya mendukung Prof. Nelson,” ujar Kris yang menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo periode 2019-2024 itu.
Dalam sesi tanya jawab, antusiasme warga semakin terlihat ketika mereka dengan tegas menyatakan dukungan terhadap pasangan ini.
Acara kampanye ditutup dengan momen hangat saat Kris memenuhi ajakan warga untuk berfoto bersama. “Foto ini akan menjadi kenang-kenangan bagi kami,” ungkap salah satu warga.





