GORONTALO [kabarpublik.id] – Dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi Provinsi Gorontalo, Kris Wartabone, calon Wakil Gubernur nomor urut 2, menegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu prioritas utama dalam programnya bersama Prof. Nelson Pomalingo.
Dalam sebuah pertemuan dengan warga Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, pada Sabtu (05/10/2024), Kris mengungkapkan bahwa janji pendidikan gratis dari SD hingga SMA sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dan bukanlah hal baru.
Kris, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan akses pendidikan tinggi.
“Kami ingin memberikan 2.000 beasiswa untuk studi lanjut bagi mahasiswa agar mereka dapat menjadi tenaga profesional yang siap membangun Provinsi Gorontalo ke arah yang lebih baik,” ujar Kris.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945, pasal 31 ayat 2, bahwa negara diwajibkan menanggung biaya pendidikan dasar. Mengacu pada UU tersebut, Kris menilai jika saatnya untuk melangkah lebih jauh dan memikirkan keberlanjutan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Buat apa kita mengerjakan ulang hal-hal yang memang sudah terlaksana dan sudah kewajiban dari undang-undang ?. Harusnya jauh ke depan memikirkan keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi usai SMA hingga mampu menjadi tenaga profesional. Itulah yang akan Nelson-Kris prioritaskan,” ucap cucu Pahlawan Nasional Nani Wartabone.
Kris juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya terbuai oleh janji-janji kosong, tetapi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kita ingin mendidik masyarakat agar memiliki semangat patriotisme dan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan Gorontalo,” tegasnya.
Dengan visi membangun universitas bertaraf internasional di Gorontalo, pasangan Nelson-Kris berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kris percaya bahwa pendidikan yang berkualitas adalah solusi utama untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program beasiswa ini tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga untuk menciptakan generasi muda yang mandiri dan siap bersaing di kancah global,” tutup Kris Wartabone.





