News Update
Live Update Berita Terkini

Status Gunung Gamkonora Naik ke Level Waspada, Pendakian Ditutup

Sabtu, 7 Nov 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. ANTARA/HO-Arsip
Dengarkan dgn suara Siap
1K pembaca

TERNATE (kabarpublik.id) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Kenaikan status ini menyusul peningkatan aktivitas kegempaan di gunung api tersebut.

Seiring perubahan status tersebut, seluruh aktivitas pendakian menuju kawasan puncak Gunung Gamkonora ditutup sementara untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, mengatakan kenaikan status berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB.

“Untuk saat ini pendakian kami tutup,” kata Ridwan di Ternate, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, ketika status masih Normal, masyarakat dan pendaki masih diperbolehkan mendekati kawasan kawah dengan radius rekomendasi 1,5 kilometer. Namun, setelah status meningkat menjadi Waspada, aktivitas pendakian tidak lagi diperbolehkan.

Peningkatan aktivitas Gunung Gamkonora ditandai dengan bertambahnya frekuensi gempa vulkanik dangkal sejak 29 Oktober 2026. Rata-rata kejadian gempa meningkat dari kurang dari dua kali menjadi sembilan kali per hari.

Sementara itu, gempa vulkanik dalam juga mengalami peningkatan dari rata-rata kurang dari empat kali menjadi lima kali per hari.

Berdasarkan hasil pengamatan instrumental selama Oktober 2026, tercatat 129 kali gempa Tornillo, lima kali gempa frekuensi rendah, 28 kali gempa vulkanik dangkal, 79 kali gempa vulkanik dalam, 105 kali gempa tektonik lokal, dan 475 kali gempa tektonik jauh.

Adapun selama periode 1–5 November 2026, tercatat 13 kali gempa Tornillo, tiga kali gempa frekuensi rendah, satu kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik dalam, 23 kali gempa tektonik lokal, dan 70 kali gempa tektonik jauh.

Dari hasil pengamatan visual, kondisi Gunung Gamkonora terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap dari kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30–50 meter dari puncak.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, Badan Geologi mengimbau masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.

Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi resmi Badan Geologi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Badan Geologi akan terus mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Status Level II (Waspada) beserta rekomendasi keselamatan yang berlaku akan tetap dipertahankan hingga diterbitkan hasil evaluasi terbaru.

No More Posts Available.

No more pages to load.