Breaking News
Live Update Berita Terkini

RSUD di Aceh dan Sumatera Utara Mulai Beroperasi Pascabencana, Listrik Masih Jadi Kendala

Selasa, 16 Des 2025
Editor: Eky
Foto: Kondisi salah satu RSUD di tengah bencana/kemkes.go.id
Dengarkan dgn suara Siap
36K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai kembali memberikan layanan kesehatan pascabencana banjir dan tanah longsor. Meski demikian, operasional rumah sakit masih menghadapi kendala serius, terutama terbatasnya pasokan listrik dan air bersih yang berdampak pada belum berfungsinya sejumlah layanan medis penting.

Berdasarkan Laporan Situasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per 15 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang telah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi. Namun, layanan ICU dan hemodialisis belum dapat dijalankan karena instalasi air dan alat kesehatan masih dalam proses pengecekan. Meski kondisi kelistrikan dinyatakan aman, beberapa peralatan laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.

Di Aceh Timur, RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak mulai mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidakstabilan pasokan listrik, sehingga rumah sakit masih bergantung pada genset dan pasokan bahan bakar. Selain itu, ketersediaan air bersih juga terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara itu, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, ICU, NICU, serta ruang bedah. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi belum dapat beroperasi karena aliran listrik PLN terhenti selama enam hari, sehingga mesin belum dapat digunakan secara optimal.

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap sudah berjalan, tetapi layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari. Rumah sakit ini membutuhkan dukungan genset dan pasokan BBM agar seluruh layanan dapat kembali normal.

Selain masalah kelistrikan, keterbatasan air bersih menjadi kendala di sejumlah RSUD. Beberapa rumah sakit terpaksa membeli air bersih untuk menjaga operasional layanan dasar, sembari melakukan perbaikan instalasi air dan mesin pendukung pascabencana.

Di Sumatera Utara, RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, tetap melayani masyarakat meski dengan fasilitas terbatas. Hingga 15 Desember 2025, ribuan pasien rawat jalan dilayani melalui tenda dan posko darurat, sementara proses perbaikan gedung dan fasilitas utama rumah sakit masih berlangsung.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera kini mulai kembali beroperasi secara bertahap. Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat terdampak.

“Pada 26 November lalu terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. Saat ini, seluruhnya sudah mulai beroperasi kembali, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi,” ujar Menkes Budi dalam rapat kabinet paripurna, Senin (15/12).

Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, mengatakan pemulihan layanan kesehatan difokuskan pada penguatan layanan dasar sembari mempercepat pemulihan sarana pendukung.

“Sebagian besar rumah sakit sudah melayani pasien, namun kendala listrik dan air bersih masih menjadi tantangan. Kami terus mendorong percepatan agar layanan kritis seperti hemodialisis dan radiologi segera berfungsi,” kata Agus.

Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penyediaan genset, BBM, serta perbaikan jaringan listrik.

“Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Dukungan logistik dan teknis akan terus kami lakukan hingga seluruh layanan rumah sakit kembali normal,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.