Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pratinjau Brasil vs Maroko: Ajang Pembuktian Kedua Negara

Sabtu, 13 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Maroko yang dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti
Dengarkan dgn suara Siap
5.3K pembaca

NEW JERSEY  (Kabarpublik.id) – Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB.

Menjelang pertandingan ini, Brasil lebih diunggulkan berkat statusnya sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara.

Di sisi lain, Maroko yang tengah naik daun berambisi mengulangi pencapaian impresif mereka pada edisi 2022 dengan kembali menumbangkan tim-tim besar dunia.

Karena itu, duel kedua tim dipandang sebagai ajang pembuktian bagi Brasil dan Maroko mengenai keseriusan mereka dalam melangkah jauh pada Piala Dunia 2026.

Motivasi tinggi Brasil

Brasil menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi berkat kualitas skuad yang dimiliki serta kehadiran pelatih Carlo Ancelotti.

Meski demikian, Selecao datang ke turnamen ini setelah melalui perjalanan yang tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat mengalami kesulitan pada babak kualifikasi zona CONMEBOL dan hanya finis di peringkat kelima klasemen akhir dengan 28 poin dari 18 pertandingan, terpaut 10 poin dari Argentina yang berada di posisi teratas.

Namun, memasuki masa persiapan menuju Piala Dunia 2026, Vinicius Junior dan kawan-kawan menunjukkan perkembangan positif dengan meraih kemenangan atas Panama (6-2) dan Mesir (2-1).

Selain itu, Brasil juga memiliki kenangan manis di Amerika Serikat. Negeri tersebut menjadi tempat Selecao meraih gelar Piala Dunia keempat mereka pada 1994.

Saat itu, tim yang diperkuat Romario sukses menjadi juara setelah mengalahkan Italia melalui adu penalti di partai final.

Maroko ingin ulangi sukses Piala Dunia 2022

Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi mengulang keberhasilan mereka pada edisi 2022, ketika mampu menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan sejumlah tim unggulan.

Singa Atlas memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan pada kualifikasi zona Afrika Grup E dengan menyapu bersih seluruh pertandingan.

Menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka, Achraf Hakimi dan rekan-rekannya tidak mengalami kesulitan berarti untuk melaju ke putaran final.

Dalam masa persiapan menuju Piala Dunia, Maroko juga mencatat hasil cukup meyakinkan. Mereka mengalahkan Burundi 5-0 dan Madagaskar 4-0, sebelum bermain imbang 1-1 melawan Norwegia.

Laga kontra Brasil akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Maroko untuk mengukur sejauh mana kekuatan mereka dalam menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026.

Rekor pertemuan kedua negara

Sepanjang sejarah, Brasil dan Maroko baru bertemu tiga kali. Brasil unggul dengan dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya dimenangkan Maroko.

Dua kemenangan Brasil terjadi pada dekade 1990-an, termasuk saat kedua tim bertemu pada Piala Dunia 1998 di Prancis.

Pertemuan pertama berlangsung dalam laga persahabatan di Belem, Brasil, pada 9 Oktober 1997. Kala itu tuan rumah menang 2-0.

Setahun kemudian, kedua tim kembali bertemu pada laga Grup A Piala Dunia 1998 di Stadion de la Beaujoire, Nantes, 16 Juni 1998. Brasil kembali menang dengan skor 3-0.

Pertemuan ketiga baru terjadi pada 25 Maret 2023 di Stadion Ibn Batouta, Tangier. Kali ini Maroko berhasil mengalahkan Brasil dengan skor 2-1.

Pertandingan di New Jersey akan menjadi pertemuan keempat kedua tim sekaligus pertemuan kedua mereka di putaran final Piala Dunia. Baik Brasil maupun Maroko tentu mengincar hasil maksimal.

Berikut rekor pertemuan Brasil vs Maroko:

(09/10/1997) Brasil 2 – 0 Maroko (Pertandingan Persahabatan)

(16/06/1998) Brasil 3 – 0 Maroko (Piala Dunia 1998)

(25/03/2023) Maroko 2 – 1 Brasil (Pertandingan Persahabatan).

Komentar masing-masing pelatih

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun, termasuk Maroko.

Menurut Ancelotti, menangani tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan yang tidak ingin disia-siakannya.

“Kami sangat yakin bisa menghadapi tim mana pun. Untuk menang, itu sangat sulit untuk dikatakan. Kami bisa bersaing dan kami siap bersaing. Kami memiliki firasat baik tentang Piala Dunia ini,” kata Ancelotti.

Sementara itu, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menilai timnya tidak lagi layak disebut sebagai underdog setelah pencapaian bersejarah pada Piala Dunia 2022.

Ouahbi mengakui Maroko kini menghadapi ekspektasi yang lebih besar untuk mengulangi kesuksesan tersebut, terlebih mereka akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030.

“Kami telah memasuki dimensi baru, kami jauh lebih dihormati sekarang. Kami perlu menerima situasi ini dan menjalaninya sampai akhir. Saat ini, ketika Maroko mengikuti sebuah kompetisi, mereka harus berjuang untuk meraih trofi,” ujar Ouahbi.

Prediksi susunan pemain

Brasil diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Alisson Becker di bawah mistar gawang.

Lini belakang akan dihuni Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Alex Sandro. Casemiro serta Bruno Guimaraes diproyeksikan mengisi lini tengah, sementara Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior menopang Matheus Cunha di lini depan.

Di kubu Maroko, Mohamed Ouahbi diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3. Yassine Bounou akan mengawal gawang, dengan Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, dan Noussair Mazraoui mengisi lini pertahanan.

Sementara itu, Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, dan Azzedine Ounahi diperkirakan menjadi trio gelandang. Adapun lini depan akan ditempati Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, dan Ismael Saibari.

Berikut prediksi sebelas pertama Brasil vs Maroko:

Brasil (4-2-3-1): Allison Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Ales Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti (Italia)

Maroko (4-3-3): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi; Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouahbi (Belgia/Maroko)

Wasit: Slavko Vincic (Slovenia). (ant)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.