JAKARTA (kabarpublik.id) – Sejumlah kreator konten kecantikan di TikTok membagikan kiat memilih riasan wajah yang sesuai dengan warna kulit dan karakter pribadi. Pemahaman terhadap warna kulit alami atau undertone dinilai menjadi kunci untuk mendapatkan hasil makeup yang lebih harmonis dan menunjang penampilan.
Analis warna pribadi sekaligus kreator konten kecantikan, Amanda Karina Putri, mengatakan pemilihan warna riasan yang sesuai dengan undertone dapat membuat wajah terlihat lebih cerah, segar, dan proporsional.
“Warna yang sesuai biasanya membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar. Sebaliknya, warna yang kurang cocok dapat membuat area seperti bawah mata, garis senyum, atau rahang tampak lebih gelap,” ujar Amanda dalam keterangan yang disampaikan melalui Brightminds Communications untuk TikTok, Sabtu (13/6).
Menurutnya, memahami undertone akan memudahkan seseorang dalam menentukan warna makeup yang paling sesuai. Pemilik kulit dengan warm tone umumnya cocok menggunakan warna bernuansa persik atau terakota, sedangkan cool tone lebih serasi dengan warna pink dan berry. Sementara itu, pemilik neutral tone memiliki pilihan warna yang lebih fleksibel.
Amanda menjelaskan bahwa undertone dapat dikenali dengan melihat respons kulit terhadap warna hangat dan dingin. Salah satu cara sederhana adalah mendekatkan benda berwarna oranye dan biru ke wajah secara bergantian untuk melihat warna mana yang membuat kulit tampak lebih segar.
Dalam memilih produk complexion seperti foundation atau cushion, Amanda menyarankan untuk melakukan uji warna di area rahang agar hasilnya menyatu dengan warna wajah dan leher.
Selain undertone, konsep seasonal color yang terdiri dari kategori Spring, Summer, Autumn, dan Winter juga dapat membantu seseorang menemukan palet warna yang paling sesuai dengan karakter dan penampilannya.
Tampil Autentik dan Percaya Diri
Di sisi lain, sejumlah kreator kecantikan menilai bahwa makeup tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenali dan mengekspresikan keunikan diri.
Kreator konten Alma Tando mengaku sempat merasa kurang percaya diri karena menggunakan kacamata. Namun, seiring waktu ia menyadari bahwa kacamata justru menjadi ciri khas yang membedakannya dari orang lain.
Pengalaman tersebut mendorong Alma membuat berbagai konten tutorial makeup khusus bagi pengguna kacamata di TikTok. Konten yang konsisten itu kemudian membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah merek kecantikan.
“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa hal yang sering dianggap sebagai kekurangan justru bisa menjadi kekuatan yang membuat seseorang lebih mudah diingat,” kata Alma.
Pandangan serupa disampaikan kreator konten Farra Jaidi. Menurutnya, tidak ada standar kecantikan tunggal yang berlaku bagi semua orang.
“Ketika menemukan gaya yang paling sesuai dengan diri sendiri, orang lain juga akan lebih mudah melihat karakter dan keunikan yang kita miliki,” ujarnya.
Farra menambahkan bahwa memahami kebutuhan diri sendiri jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren yang sedang populer. Dengan begitu, seseorang dapat tampil lebih percaya diri dan autentik.
Komunitas Kecantikan TikTok Terus Bertumbuh
Kepala Pemasaran Bisnis TikTok Indonesia, Sitaresti Astarini, mengatakan komunitas kecantikan di TikTok menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam setahun terakhir.
Menurutnya, konten terkait kecantikan dan perawatan diri meningkat hingga 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap informasi seputar makeup, skincare, dan pengembangan kepercayaan diri.
“Melalui konten edukatif, tips makeup yang praktis, hingga rekomendasi produk yang autentik, komunitas kreator kecantikan membantu masyarakat menemukan versi terbaik diri mereka sekaligus mendukung perkembangan merek kecantikan lokal,” kata Sitaresti.
Ia menilai komunitas kreator kecantikan tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi yang membantu masyarakat membuat pilihan produk dan gaya yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.




