JAKARTA (kabarpublik.id) – Presiden Prabowo Subianto memberikan dua buku karyanya kepada kader Partai Demokrat dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dua buku tersebut diberikan sebagai hadiah sekaligus bahan pembelajaran bagi para kader, khususnya generasi muda, dalam memahami potensi Indonesia dan mempersiapkan masa depan bangsa.
“Saya tinggalkan buku-buku saya untuk hadiah. Sudah sampai belum? Sudah,” kata Prabowo dalam acara yang dipantau secara daring.
Dua buku yang diberikan Prabowo berjudul Paradoks Indonesia dan Solusinya serta Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045.
Prabowo berharap buku tersebut dapat dipelajari oleh kader Demokrat sebagai bekal untuk memahami tantangan sekaligus peluang Indonesia menuju masa depan.
“Mudah-mudahan bisa dipelajari. Intinya, masa depan kita cerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan sejumlah pakar dan lembaga internasional memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050. Bahkan, Indonesia diperkirakan dapat menempati posisi keempat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan besar dunia atau one of the great powers. Namun, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak menyikapi proyeksi tersebut dengan kesombongan.
“Bukan kita yang mengatakan. Kita tidak boleh sombong, tetapi mereka mengatakan,” katanya.
Menurut Prabowo, masih banyak masyarakat yang belum menyadari besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu melanjutkan pembangunan dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin kuat.
Ia menilai target Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050 bukanlah waktu yang terlalu jauh. Dalam kurun tersebut, generasi muda saat ini akan berada pada posisi penting untuk memimpin dan menentukan arah pembangunan nasional.
Prabowo kemudian mengibaratkan dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai bagian dari generasi yang menjadi jembatan bagi generasi berikutnya.
“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.





