PP KAMMI Dorong Penguatan Koperasi Lewat Diskusi Soemitronomics

Senin, 12 Jan 2026
Dengarkan dgn suara Siap
11.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar diskusi strategis bertajuk “Soemitronomics: Menggali Relevansi Pemikiran Ekonomi Soemitro bagi Ketahanan Ekonomi Nasional”.

Forum ini menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan dengan menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Diskusi yang dihadiri ekonom, aktivis mahasiswa, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut membahas pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo tentang kemandirian ekonomi nasional.

Salah satu fokus utama adalah penerapan konsep “ekonomi jalan tengah” sebagai solusi untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia.

Wakil Ketua Umum PP KAMMI Agung Munandar menilai pemikiran Soemitro tetap relevan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada korporasi besar.

“Soemitronomics menekankan keberpihakan pada ekonomi rakyat. Koperasi harus menjadi ujung tombak untuk menggerakkan sektor riil dan memastikan distribusi kesejahteraan yang lebih merata,” ujar Agung dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta.

Dalam pernyataan resminya, PP KAMMI menyampaikan tiga rekomendasi strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Pertama, modernisasi koperasi melalui transformasi digital agar mampu bersaing dengan model bisnis berbasis platform tanpa meninggalkan prinsip kekeluargaan.

Kedua, perluasan akses permodalan dengan regulasi yang berpihak pada koperasi rakyat, khususnya bagi generasi muda dan pelaku UMKM. Ketiga, penguatan pendidikan ekonomi dengan memasukkan literasi koperasi ke dalam kurikulum pendidikan tinggi.

PP KAMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ekonomi kerakyatan melalui kajian dan aksi nyata di berbagai daerah. Diskusi ini menjadi langkah awal dari rangkaian program penguatan ekonomi umat yang akan disuarakan di tingkat nasional sebagai masukan bagi para pembuat kebijakan.

“Kami ingin pelaku koperasi dan ekonomi rakyat menjadi aktor utama pembangunan, bukan sekadar pelengkap dalam statistik pertumbuhan ekonomi,” pungkas Agung.

No More Posts Available.

No more pages to load.