Breaking News
Live Update Berita Terkini

Portugal Ditahan Kongo, Ronaldo: Bukan Awal yang Kami Inginkan

Kamis, 18 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Pesepak bola Portugal Cristiano Ronaldo bereaksi saat menghadapi tim Republik Demokratik Kongo dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston di Houston, Amerika Serikat, Kamis (18/62026). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/Xinhua/Xiao Yijiu/nym.
Dengarkan dgn suara Siap
2.7K pembaca
Jakarta, 18/6 (ANTARA) – Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo mengakui bahwa hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 bukan awal yang mereka inginkan.

Di laga yang digelar di Stadion Houston, Kamis, Portugal yang digadang-gadang sebagai calon kuat juara tak mampu meraih kemenangan setelah gol Joao Neves pada menit keenam disamakan oleh Yoane Wissa pada menit ke-45+5.

“Bukan awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari selesai,” kata Ronaldo, dikutip dari Instagram resminya, Kamis.

Ronaldo bermain penuh pada laga ini, yang menandai penampilannya di Piala Dunia untuk enam edisi sejak debutnya di Jerman pada 2006.

Penampilannya ini membuatnya yang kini berusia 41 tahun, mencatatkan penampilan ke-229 untuk Portugal sejak penampilan pertamanya untuk Os Navegadores (Sang Navigator) pada Agustus 2003.

Hasil imbang ini membuat Portugal harus meraih kemenangan pada laga keduanya saat melawan wakil Asia yang sekaligus tim debutan, Uzbekistan. Laga ini dimainkan di Stadion Houston pada Rabu (24/6) pekan depan pukul 00.00 WIB.

“Kepala ke atas dan fokus pada pertandingan berikutnya,” kata Ronaldo.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis, pelatih Portugal Roberto Martinez menyayangkan momentum yang hilang setelah gol cepat yang didapatkan timnya.

Menurut pandangannya, setelah gol cepat itu, Portugal seharusnya memegang kendali penuh permainan. Namun, yang terjadi di lapangan tak sesuai rencana setelah tim lawan dibiarkan bermain sesuai rencana permainan mereka.

“Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang luar biasa, tetapi kenyataannya tidak demikian. Saya pikir kami kehilangan sedikit kedalaman dalam menyerang, kehilangan kelancaran dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan bentuk permainan mereka,” kata Martinez.

“Kepercayaan diri yang mereka dapatkan setelah gol tersebut membuat pertandingan menjadi sangat sulit, tetapi memang seperti itulah Piala Dunia,” tambah dia.

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.