JAKARTA (kabarpublik.id) – Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mengawal sejumlah aksi penyampaian pendapat yang digelar berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di Jakarta, Rabu (17/6).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan seluruh personel yang bertugas telah diarahkan untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat serta menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan selama aksi berlangsung.
Menurut Budi, aparat keamanan hadir untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban umum.
“Prinsipnya kami hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Anggota di lapangan diarahkan bertindak humanis, persuasif, dan tetap sesuai prosedur,” kata Budi.
Ia menambahkan, seluruh petugas juga diingatkan agar menjaga sikap dan tidak mengeluarkan ucapan maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik dengan peserta aksi.
Polda Metro Jaya menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif.
Untuk mendukung pengamanan, ribuan personel gabungan disebar di sejumlah titik konsentrasi massa, termasuk kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta sejumlah ruas jalan strategis di sekitarnya.
Adapun kekuatan pengamanan yang diterjunkan terdiri atas 3.147 personel Polda Metro Jaya, 1.300 personel bantuan operasi (BKO) Mabes Polri, 500 personel TNI, serta 14 personel dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).
Selain fokus pada pengamanan aksi, kepolisian juga berupaya menjaga kenyamanan masyarakat yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.
Personel lalu lintas telah disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi kepadatan. Namun, rekayasa lalu lintas hanya akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan agar tidak mengganggu aktivitas publik secara luas.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi agar menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas,” ujar Budi.
Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan tidak mudah terprovokasi sehingga kebebasan berpendapat dapat berjalan seiring dengan terjaganya ketertiban umum.





