News Update
Live Update Berita Terkini

Percepatan Rehabilitasi Irigasi Dorong Produksi Beras, Swasembada Pangan Kian Nyata

Jumat, 2 Jan 2026
Editor: Eky
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/pertanian.go.id
Dengarkan dgn suara Siap
39.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Upaya pemerintah mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi pertanian menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya beras.

Penguatan infrastruktur air turut mendorong kinerja sektor pangan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Produksi beras nasional pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton.

Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan menembus 3,3 juta ton pada awal 2026, seiring membaiknya dukungan sarana produksi dan infrastruktur pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa peningkatan kinerja pangan tidak terlepas dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh.

Salah satu fokus utama adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Keberhasilan produksi pertanian ditentukan oleh ketersediaan benih, pupuk, dan air. Pengelolaan irigasi yang baik menjadi kunci agar petani bisa berproduksi optimal,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman, Jumat (2/1/26).

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pemerintah melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara masif dan terintegrasi di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

“Melalui Inpres 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi, terutama pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya belum optimal dalam menyuplai air ke lahan pertanian,” jelas Hermanto.

Ia merinci, pada tahap pertama Inpres dengan target 280.880 hektare, realisasi mencapai 99,93 persen. Tahap kedua dengan target 225.775 hektare mencatat capaian 83,46 persen untuk jaringan irigasi utama, 98,66 persen untuk jaringan irigasi tersier, serta 92,25 persen untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).

Sementara pada tahap ketiga, dari target 146.503 hektare, realisasi jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen, jaringan irigasi tersier 87,57 persen, dan pembangunan serta rehabilitasi JIAT sebesar 93,91 persen.

Hermanto menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta BBWS/BWS di daerah, dengan dukungan pemerintah daerah.

“Sinergi antarlembaga dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan rehabilitasi irigasi dan peningkatan produksi pangan,” ujarnya.

Ke depan, implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 akan terus diperkuat melalui berbagai program strategis, termasuk Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia, sebagai bagian dari komitmen pemerintah mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.