BONE BOLANGO (kabarpublik.id) – Tradisi adat tonggeyamo kembali digelar di Kabupaten Bone Bolango sebagai penanda memasuki masa penantian bulan suci Ramadan. Prosesi yang berlangsung di Rumah Dinas Bandayo Bupati, Selasa (17/2/26), dihadiri langsung oleh Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Sekretaris Daerah Iwan Mustapa, serta jajaran Forkopimda.
Tenggeyamo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan religius masyarakat Gorontalo. Tradisi turun-temurun ini rutin dilaksanakan menjelang Ramadan sebagai bentuk penghormatan sekaligus persiapan spiritual sebelum menjalankan ibadah puasa.
Bupati Ismet Mile menegaskan bahwa tenggeyamo bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol identitas keagamaan masyarakat Gorontalo. Ia menyebut, tradisi tersebut telah berlangsung puluhan tahun dan dilaksanakan hampir di seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo.
“Kebiasaan perlakuan adat sebelum dan menjelang bulan Ramadan diawali dengan tonggeyamo ini sudah berlangsung puluhan tahun oleh masyarakat. Saat ini kita tinggal menunggu pengumuman pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan 1 Ramadan,” ujar Ismet Mile.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah akan kembali melaksanakan program tarawih keliling selama Ramadan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat berpartisipasi aktif menyemarakkan masjid.
“Jadwal yang akan diturunkan pemda harus dilaksanakan maksimal. Masjid harus dipastikan penuh untuk menunaikan ibadah. Kemegahan masjid bukan pada bangunannya, tetapi seberapa banyak masyarakat yang melaksanakan salat di dalamnya,” tegasnya.
Pada momen tersebut, Ismet Mile turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Di tempat yang sama, Qadhi Bone Bolango menjelaskan bahwa ketepatan waktu merupakan dasar utama dalam pelaksanaan ibadah, termasuk penentuan awal Ramadan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menunggu keputusan resmi pemerintah setelah proses rukyatul hilal.
“Dalam menjalankan ibadah kita diperintahkan memperhatikan waktu. Maka adat Gorontalo menjelang Ramadan mengadakan tonggeyamo. Hari ini kita bersama menunggu pengumuman kapan kita memulai puasa,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah, baik yang wajib maupun sunnah.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan hilal di Gorontalo, bulan sabit belum terlihat. Ketinggian hilal tercatat minus 1,5 derajat dengan elongasi 1,2 derajat, sehingga penetapan awal Ramadan masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat.





