News Update
Live Update Berita Terkini

MUI Bekasi akan Awasi dan Bina Abah Setu

Jumat, 11 Sep 2026
Editor: Jamalul Insan
Proses klarifikasi dan mediasi terkait pernyataan pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, yang beredar di media sosial dan menimbulkan keberatan dari sejumlah pihak, Kamis di Polres Bekasi (10/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya
Dengarkan dgn suara Siap
41.7K pembaca
KABUPATEN BEKASI  (Kabarpublik.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memastikan akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan kepada Asep Setiawan alias Abah Setu usai mencuat kasus ungkapannya terkait Nabi Muhammad SAW yang menuai reaksi masyarakat.

MUI memandang apa yang disampaikannya dalam persoalan  itu tidak dapat dibenarkan.

Dirinya mengapresiasi sikap Abah Setu yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para ulama dan masyarakat secara umum. Begitu pula kepada kepolisian yang bertindak cepat melalui upaya mediasi atas persoalan sensitif tersebut.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

“Kami sampaikan apresiasi saat beliau legowo mengakui kekeliruan dan sampai bersedia menutup majelisnya. Bagi saya, memang kita tidak setuju dengan pemahamannya tapi jangan membenci orangnya, apalagi beliau sudah legowo dan mengaku kesalahan,” katanya.

Pihaknya akan melakukan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Abah Setu serta majelis taklim yang dipimpinnya sebagai upaya untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali.

Mahmud mengaku persoalan yang menyangkut agama kerap menimbulkan hal sensitif di kalangan masyarakat.

Digeruduk Massa

Sebelumnya warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi pimpinan Asep Setiawan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin (7/9) malam sebagai imbas dari ungkapan Asep terkait Nabi Muhammad SAW.

Ungkapan itu disampaikan Asep saat melakukan siaran langsung di salah satu platform media sosial. Asep dinilai telah menyinggung massa lantaran diduga mendiskreditkan Nabi Muhammad SAW. Videonya pun lantas menyebar di media sosial.

Asep alias Abah Setu pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam saat mengikuti mediasi bersama para pemuka agama didampingi MUI Kabupaten Bekasi di Mapolres Metro Bekasi hari ini.

“Pada hari ini 10 September di Mapolres Metro Bekasi dengan disaksikan oleh para saksi yang hadir, saya Asep Setiawan alias Abah Setu, sehubungan dengan beredar video yang telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat yang telah menghina Nabi Muhammad SAW dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin, oleh karenanya meminta maaf sebesar-besarnya,” kata dia saat membacakan surat pernyataan di hadapan para tokoh agama. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.