Breaking News
Live Update Berita Terkini

Menteri PPPA Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Ketahanan Keluarga

Jumat, 20 Feb 2026
Editor: Eky
Menteri PPPA Arifah Fauzi berdialog dengan masyarakat di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, terkait penguatan ekonomi keluarga dan perlindungan anak.(Sumber: kemenpppa.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
27.9K pembaca

PADANG (kabarpublik.id) – Arifah Fauzi menegaskan Koperasi Kelurahan Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, dan menghadirkan layanan perlindungan yang dekat dengan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat dialog bersama warga di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Kamis (19/2/2026).

Koperasi Jadi Ekosistem Ekonomi Keluarga

Menteri PPPA mendorong keluarga memanfaatkan peluang ekonomi, mulai dari menanam komoditas pangan di pekarangan hingga mengembangkan usaha ternak kecil. Hasil produksi warga diharapkan diserap koperasi agar tercipta ekosistem ekonomi berkelanjutan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, penguatan ekonomi desa menjadi fondasi ketahanan sosial keluarga.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Di sektor pendidikan, Arifah menekankan tidak boleh ada anak Indonesia putus sekolah karena faktor ekonomi. Program Sekolah Rakyat disebut sebagai solusi bagi anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh pendidikan layak, termasuk dukungan fasilitas belajar dan pemenuhan gizi.

“Pendidikan adalah hak konstitusional. Pemerintah desa harus proaktif mendata anak yang belum sekolah dan memastikan mereka terhubung dengan program yang tersedia,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, masyarakat diajak memanfaatkan program cek kesehatan gratis untuk deteksi dini penyakit sebagai langkah preventif.

Respons Tantangan Pengasuhan di Era Digital

Menteri PPPA juga menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Berdasarkan aspirasi Forum Anak, masih ada anak yang mengalami tekanan emosional namun kesulitan menyampaikannya kepada orang tua.

Sebagai solusi, gerai apotek di koperasi direncanakan berkembang menjadi ruang konsultasi dengan dukungan psikolog bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait.

“Keluarga harus menjadi ruang aman pertama bagi anak. Negara wajib hadir melalui layanan yang mudah dijangkau,” kata Arifah.

Ia menambahkan, penguatan nilai agama, budi pekerti, norma budaya, pengawasan penggunaan gawai, serta komunikasi terbuka dalam keluarga menjadi strategi membangun ketahanan mental anak.

Tinjau Klinik UMKM Minang Bangkit

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri PPPA juga meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit yang diinisiasi pemerintah bersama Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan usaha pascabencana di Sumatera Barat.

Klinik tersebut menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, serta fasilitasi pemasaran dan produksi.

Arifah menegaskan mayoritas pelaku UMKM desa adalah perempuan yang menopang ekonomi keluarga. Karena itu, penguatan UMKM berkaitan langsung dengan agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ia juga mengarahkan agar Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi simpul informasi perlindungan perempuan dan anak dengan menyosialisasikan Call Center SAPA129 bagi korban kekerasan atau persoalan hukum.

No More Posts Available.

No more pages to load.