JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaima menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Target 250 Ribu Hektare
Amran menegaskan momentum swasembada pangan tidak boleh kendur. Tahun lalu, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare. Tahun ini target ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.
Ia meminta setiap daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026. Daerah yang dinilai tidak serius akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan ke wilayah yang menunjukkan kinerja baik.
“Yang tidak serius, anggarannya kita nolkan dan alihkan. Kita ingin negara ini terus berproduksi,” tegasnya.
Menurut Amran, kombinasi cetak sawah dan optimalisasi lahan menjadi fondasi sistem produksi berkelanjutan.
Stok Beras Berpotensi 6 Juta Ton
Mentan juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras. Data Januari menunjukkan pengadaan beras meningkat 78 persen dibanding periode sebelumnya.
Jika tren ini bertahan selama tiga bulan ke depan, stok nasional diproyeksikan menembus 6 juta ton—angka yang disebutnya belum pernah tercapai sejak Indonesia merdeka.
Namun, evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan setelah Idulfitri. Pergeseran anggaran besar-besaran direncanakan pada April 2026 untuk memastikan program tepat sasaran.
Fokus Kedelai dan Bawang Putih
Selain padi, pemerintah juga mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden. Hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada turut diperkuat guna meningkatkan nilai tambah.
Amran menekankan anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam produksi nyata dan peningkatan kesejahteraan petani.





