News Update
Live Update Berita Terkini

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Acuan Penetapan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Feb 2026
Editor: Eky
Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar (sumber: kemenag.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
139.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Dikutip dari laman resmi kemenag.go.id Selasa (17/2/26), Ia menekankan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan nasional dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Menurutnya, perbedaan metode penentuan awal Ramadan di kalangan ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama berkembang. Muhammadiyah misalnya menggunakan metode hisab, sementara sebagian ormas lain mengutamakan rukyat dengan dukungan hisab.

“Kementerian Agama sebagai representasi pemerintah perlu melakukan konfirmasi langsung melalui pemantauan hilal dan memutuskannya dalam sidang isbat,” ujar Nasaruddin.

Tahun ini, pemantauan hilal dilakukan di 96 titik di seluruh Indonesia. Pemerintah menggunakan kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Menag menjelaskan, batas tersebut didasarkan pada kajian astronomi terbaru. Sebelumnya digunakan kriteria 2 derajat, namun dinilai sulit teramati. Sementara elongasi 6,4 derajat merujuk pada batas fisis yang memungkinkan hilal terlihat.

Berdasarkan perhitungan astronomi terkini, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di kisaran minus 2 derajat hingga kurang dari 1 derajat, sehingga peluang terlihat sangat kecil. Faktor cuaca seperti mendung juga menjadi variabel yang dipertimbangkan.

Terkait potensi perbedaan awal Ramadan, Menag mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan. Ia menilai Indonesia sudah berpengalaman menyikapi perbedaan tanpa menimbulkan konflik.

Selain itu, ia menyinggung wacana Kalender Hijriah Global Tunggal yang mulai dibahas di forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Namun, untuk saat ini Indonesia tetap berpegang pada kriteria MABIMS sebagai dasar resmi penetapan awal Ramadan.

“Yang terpenting adalah menjaga kerukunan. Perbedaan jangan sampai memecah persaudaraan,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.