Menurut laporan itu, SPBU Tatneft di wilayah Chelyabinsk membatasi penjualan bensin hingga 30 liter per kendaraan penumpang. Penjualan solar dibatasi hingga 60 liter untuk kendaraan penumpang dan 300 liter untuk truk.
Laporan tentang pembatasan penjualan bahan bakar di SPBU Tatneft di beberapa wilayah Rusia, termasuk Tatarstan, mulai beredar di media lokal pada 13 Juni.
“Antrean untuk bahan bakar telah tercatat di beberapa SPBU di seluruh republik. Untuk menghindari kehebohan buatan dan memastikan situasi yang stabil, pekerjaan pemeliharaan sedang dilakukan, yang mengakibatkan diberlakukannya pembatasan sementara di beberapa SPBU,” kata Rustam Minnikhanov, kepala Republik Tatarstan Rusia.
Pembatasan tersebut diberlakukan setelah Angkatan Pertahanan Ukraina mengklaim pada 12 Juni bahwa serangan pesawat tak berawak telah menargetkan kilang minyak TANECO di Nizhnekamsk, Tatarstan, yang merupakan bagian dari grup Tatneft.
Awal bulan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina telah menyerang 15 kilang minyak Rusia antara Januari dan Mei, mengklaim bahwa hampir 40 persen kapasitas penyulingan minyak utama Rusia tidak beroperasi pada bulan Mei.
Ia juga mengklaim bahwa Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor bahan bakar penerbangan dan bensin dan sedang mempertimbangkan untuk membatasi ekspor diesel.
Pihak berwenang Rusia belum mengomentari klaim terbaru Zelenskyy mengenai kerusakan pada industri minyak atau infrastruktur logistik negara tersebut.
Sumber: Anadolu (ant)







