News Update
Live Update Berita Terkini

Maria Natalia Londa Sebut Asian Games 2026 sebagai “Last Dance”

Kamis, 24 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Atlet lompat jangkit putri Indonesia Maria Natalia Londa dalam wawancara cegat seusai perlombaan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis (24/9/2026). (ANTARA/Arindra Meodia)
Dengarkan dgn suara Siap
3.9K pembaca

JEPANG (kabarpublik.id) – Atlet lompat jangkit putri Indonesia, Maria Natalia Londa, menyebut penampilannya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai “last dance” di ajang multievent terbesar Asia.

Maria mengakhiri perjuangannya dengan menempati posisi kelima nomor lompat jangkit putri setelah mencatatkan lompatan terbaik 13,50 meter di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis (24/9/2026).

Catatan 13,50 meter yang dibuat pada percobaan kedua tersebut menjadi season best bagi Maria yang kini berusia 36 tahun. Dari enam kesempatan, ia hanya mencatatkan dua lompatan sah, yakni 13,50 meter dan 13,15 meter pada percobaan kelima.

Meski hasil tersebut belum sesuai target, Maria tetap bersyukur dapat tampil di final dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia.

“Sebenarnya saat ini saya happy banget bertanding di Asian Games ini karena di luar prediksi sekali bisa bertahan sampai di usia 36. Ini dengan prestasi yang masih bisa bersaing di tingkat Asia. Jujur, buat saya sangat senang masih bisa menjadi finalis,” ujar Maria seusai perlombaan.

Medali emas nomor tersebut diraih atlet Uzbekistan, Sharifa Davronova, dengan lompatan 14,35 meter. Dua atlet China, Huang Yingying dan Li Yi, masing-masing meraih perak dan perunggu dengan catatan 14,12 meter dan 13,83 meter.

Maria mengakui masih kecewa karena belum mampu menampilkan performa terbaiknya. Namun, ia menerima hasil yang diraihnya pada Asian Games kali ini.

“Target saya sebenarnya lebih baik daripada ini. Tapi yang terjadi saat ini, dikasih Tuhan di ranking lima. Masih puji Tuhan,” kata Maria.

Meski demikian, Maria berharap perjuangannya dapat diteruskan oleh atlet-atlet muda Indonesia. Ia berpesan agar generasi berikutnya mampu mempertahankan tradisi prestasi atletik Indonesia di tingkat regional hingga internasional.

“Besar harapan saya untuk para atlet Indonesia nantinya bisa melanjutkan misi tetap ada di podium, baik itu di kancah ASEAN, Asia maupun internasional lain,” ujar Maria.

Maria juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, teman, sahabat, dan pelatih yang terus memberikan dukungan sepanjang kariernya.

“Terima kasih untuk semua masyarakat Indonesia. Terima kasih untuk semua support dari keluarga, teman-teman, sahabat. Terutama pelatih yang selama ini sudah sangat support dari awal proses sampai saat ini,” ujarnya.

Setelah Asian Games 2026, Maria mengaku belum mengetahui secara pasti seperti apa kelanjutan kariernya. Ia hanya berharap dapat menjaga kesehatan dan masih diberi kesempatan untuk terus berkarya.

“Semoga saya juga bisa jaga kesehatan kalau memang nggak tahu lagi ke depannya bagaimana,” tutur Maria.

No More Posts Available.

No more pages to load.