oleh

MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH

[KP SUMBAR] — Konsep manajemen pendidikan berbasis sekolah (MPBS),menurut konsep Tim Teknik BAPPENAS,merupakan bentuk alternatif sekolah dalam program desentralisasi bidang pendidikan yang ditandai dengan adanya otonomi luas di tingkat sekolah,partisipasi masyarakat yang tinggi dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.Manajemen berbasis sekolah pada prinsipnya menempatkan kewenangan yang bertumpu kepada sekolah dan masyarakat, menghindarkan format sentralisasi yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi manajemen.

Selama ini,pengelolaan sekolah hampir semuanya sudah disiapkan di luar sekolah. Sampai sekarang, pemerintah belum menunjukkkan sikap yang jelas terhadap pembedaan prinsipil antara pengelolaan pendidikan dengan non pendidikan. Karena itu, sekolah dikelola menurut peraturan yang sama dengan administrasi negara.Seiring perjalanan, sejak ditetapkan sampai saat sekarang ini,MBS ini belum menemukan bentuknya yang jelas. Memang untuk menemukan wujudnya memerlukan waktu karena berkaitan dengan perubahan sikap mental para praktisi MBS dalam hal menemukan dan membiasakan diri dengan pola manajemen ini.

MPBS adalah bentuk alternatif sekolah sebagai hasil dari desentralisasi dalam bidang pendidikan.MPBS berpotensi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerataan, efisien, serta manajemen yang bertumpu di tingkat sekolah. MPBS sebagai konsep pemberdayaan,memiliki peluang yang besar dalam meningkatkan manajemen sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemberdayaan persekolahan melalui MPBS merupakan kemauan politik yang bersifat strategis terhadap personil organisasi dan mengutamakan manusia sebagai sasaran pemberdayaan, yag akhirnya nanti akan berpengaruh terhadap perngorganisasian persekolahan secara keseluruhan.

MPBS adalah suatu pendekatan praktis yang bertujuan untuk mendesain pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada sekolah dan meningkatkan partisipasi. Istilah populernya adalah pendekatan prestasi (merit system) dalam hal penggajian dan pemberian aneka bentuk kesejateraan material lainnya.

Manajemen pendidikan berbasis sekolah akan mampu mengatasi berbagai permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah, baik permasalahan sekolah melalui manajemen stratejik akan mampu meningkatkan kinerja organisasi sekolah.Ada empat pilar pada konsep manajemen pendidikan berbasis sekolah yang diterapkan selama ini, yaitu: peningkatan mutu, kemandirian,partisipasi,dan transparansi.

Model manajemen demikian ditunjukan untuk memberikan kemandirian kepada sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.

MPBS bertujuan untuk memberikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah untuk mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. MPBS bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama di daerah, karena sekolah dan masyarakat tidak perlu menunggu perintah dari pusat, tetapi dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan kondisi daerah dan melaksanakan visi pendidikan secara mandiri.

Tujuan utama MPBS adalah untuk meningkatkan efesiensi, mutu dan pemerataan pendidikan.Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengeloaan sekolah, peningkatan profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol, serta hal lain yang dapat menumbuh kembangkan suasana yang kondusif.

Keuntungan dengan memberlakukan MPBS yaitu: memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang dapat memperbaiki pembelajaran, memberikan kesempatan kepada seluruh komunitas sekolah dalam mengambil keputusan utama, memfokuskan pada tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil, mengarahkan pada kreatifitas dalam merancang program, mengarahkan kembali sumber-sumber daya guna mendukung pencapaian tujuan yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah, mengarahkan pada anggaran yang nyata agar para orang tua dan guru menyadari status keuangan sekolah,batas-batas pengeluaran dan biaya dari program-program itu, dan meningkatkan moralitas guru dan memelihara munculnya pemimpin.

MPBS sendiri memiliki ruang lingkup yang luas meliputi berbagai aspek:Pertama, MPBS merupakan otonomi satuan pendidikan dalam mengelola pendidikan di satuan pendidikan yang bersangkutan.Dalam hal ini,kepada sekolah dan guru dibantu komite sekolah dalam mengelola pendidikan.Kedua, kewenangan kepada sekolah untuk menentukan secara mandiri untuk satuan pendidikan yang dikelolanya dalam bidang manajemen, yang meliputi rencana strategis dan operasional,struktur organisasi dan tata kerja, sistem audit dan pengawasan internal, dan sistem penjaminan mutu internal.

Akibatnya, manajemen sekolah yang semestinya dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, mereka tidak bisa melakukannya karena perlu dukungan aturan sebagai langkah melakukan kebijakan di sekolah.

Dalam konsep MPBS pemerintah pusat berkewajiban dalam merumuskan cita-cita dan strategi nasional pendidikan, kurikulum nasional, publikasi buku-buku pelajaran tertentu, serta pertanggungjawaban dalam mutu edukatif. Sedangkan pemerintah daerah berkewajiban menyelenggarakan pembinaan SDM (guru dan kepala sekolah), mengatur rekruitmen, pengangkatan dan penempatan, pengembangan karier, pemindahan, kenaikan pangkat, dan pemberhentian guru.

Teori yang digunakan MBS untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.

Untuk memaksimalkan peningkatan pendidikan, Pemerintah mengupayakan penyelenggaraan pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah (MPBS) adalah proses mengelola sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif secara langsung semua komponen warga sekolah, yaitu; kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat.

Pelaksanaan MPBS di sekolah bermanfaat untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan, keluwesan, dan sumber daya untuk meningkatkan mutu sekolah. Menurut Depdiknas (2000), manfaat manajemen berbasis sekolah adalah sebagai berikut:
1. Sekolah sebagai lembaga pendidikan lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya dibandingkan dengan lembaga-lembaga lainnya, sehingga dia dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya.
2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3. Sekolah bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan.
4. Sekolah dapat melakukan persaingan sehat dengan sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed