Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Meskipun telah diberlakukan gencatan senjata sejak 11 Oktober, tetapi pasukan Israel masih terus melanggar perjanjian tersebut.
Menurutnya, jumlah korban tersebut masih belum lengkap lantaran masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan sehingga sulit diakses oleh Tim ambulans dan penyelamat.
Sumber itu mengatakan bahwa selama 24 jam terakhir, terdapat delapan jasad dan 17 korban luka yang dibawa ke rumah sakit di Gaza.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, jumlah korban tewas dan korban luka masing-masing mencapai 1.084 dan 3.491 orang.
Sedikitnya 799 jasad juga telah dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Sumber: WAFA (ant)





