Kolaborasi Indonesia–Belanda Dorong Aksi Iklim Siswa di Bogor

Minggu, 26 Apr 2026
Program School-Led Climate Action 2026 di Bogor libatkan siswa Indonesia dan Belanda dalam aksi nyata menghadapi krisis iklim melalui edukasi berbasis praktik. (Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
5.2K pembaca

BOGOR (kabarpublik.id) – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap krisis iklim terus diperkuat melalui kolaborasi internasional. DeTara Foundation bersama mitra global menghadirkan program School-Led Climate Action 2026 yang melibatkan siswa dari Belanda dalam pembelajaran berbasis aksi di sejumlah sekolah di Bogor.

Program ini merupakan bagian dari School for School – Global Exploration Indonesia 2026 yang turut melibatkan siswa dari Zwijsen College, Belanda. Kegiatan dilaksanakan di beberapa sekolah, antara lain Yayasan Al Ghazali Kota Bogor, SMAN 4 Kota Bogor, SMAN 2 Cibinong (SMAVO), serta SMK Golden Ranca Bungur.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Mengusung tema “School-Led Climate Action for Resilience and Innovation”, program ini mendorong sekolah menjadi pusat praktik aksi iklim. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menerapkan solusi dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sebanyak 30 siswa dan 5 guru dari Belanda terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif bersama pelajar Indonesia. Mereka bertukar pengetahuan dan perspektif terkait isu perubahan iklim dan keberlanjutan.

Founder DeTara Foundation, Desi Sutejo, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai titik awal perubahan.

“Sekolah adalah titik awal perubahan. Ketika siswa tidak hanya memahami isu iklim, tetapi juga mempraktikkan solusi dalam keseharian, di situlah perubahan besar dimulai,” ujarnya di Bogor, Sabtu (25/4/26).

Program ini mengangkat empat tema utama. Pertama, konservasi air melalui edukasi siklus air dan penghematan penggunaan air. Kedua, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), termasuk inovasi ecobrick.

Ketiga, efisiensi energi dan pengembangan energi alternatif, seperti audit energi sekolah, pembuatan kincir air mini, hingga generator sederhana dari sepeda bekas.

Keempat, keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan melalui praktik pertanian berkelanjutan seperti hidroponik, vertical farming, serta pengolahan limbah organik menjadi pupuk.

Direktur DeTara Foundation, Latipah Hendarti, menyebut kolaborasi lintas budaya sebagai nilai penting dalam program ini.

“Isu iklim adalah tanggung jawab bersama lintas negara. Kolaborasi ini mengajarkan pentingnya kerja kolektif dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Selain pembelajaran, kegiatan juga diisi dengan pertukaran budaya. Siswa mengikuti aktivitas memasak makanan lokal, memainkan permainan tradisional, hingga pertunjukan seni bersama. Interaksi ini mempererat hubungan antar peserta sekaligus menumbuhkan empati.

Ke depan, program ini akan dilanjutkan melalui kompetisi GEN-Z-Alpha Climate Action dengan tema “Dari Aksi Jadi Tradisi, Dari Kebiasaan Ciptakan Perubahan”. Inisiatif ini bertujuan memperluas keterlibatan sekolah di Bogor dalam gerakan pendidikan iklim.

Melalui semangat kolaborasi global, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang aktif berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

No More Posts Available.

No more pages to load.