Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Mencapai 20,5 Hektare

Rabu, 5 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Petugas BPBD melakukan pemdaman api di salah satu lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Selasa (4/8/2026) luas lahan yang sudah terbakar di sejumlah kecamatan di daerah ini mencapai 20,5 hektare. (ANTARA/HO-BPBD Aceh Barat)
Dengarkan dgn suara Siap
2.6K pembaca
MEULABOH  (Kabarpublik.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan luas lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat, hingga saat ini sudah  meluas mencapai 20,5 hektare yang tersebar di enam kecamatan.

“Saat ini petugas gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total luas lahan yang sudah terbakar tersebut, mayoritas titik api telah berhasil ditangani hingga 90 persen, sementara satu lokasi di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat telah padam sepenuhnya.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim gabungan, sebagian besar lokasi penanganan sudah mencapai progres 90 persen dan lokasi di Gampong Gunong Kleng sudah padam 100 persen,” ujar Teuku Ronal.

Berdasarkan data resmi BPBD Aceh Barat, sebaran titik Karhutla di Kecamatan Meureubo meliputi Desa Gunong Kleng seluas 0,5 Ha telah padam 100 persen dan di Desa Ujong Tanoh Darat ADB seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Di Kecamatan Samatiga luas lahan terbakar di Desa Cot Seumeureng seluas 4 Ha dan Desa Paya Lumpat seluas 3,5 Ha. Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang seluas 1 Ha dan Desa Leuhan seluas 4 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Kemudian di Kecamatan Woyla Barat meliputi Desa Blang Luah seluas 2 Ha sudah padam sekitar 90 persen, Kecamatan Bubon di Desa Peulanteu seluas 2,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen, serta di Kecamatan Arongan Lambalek di Desa Keub seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.

Untuk menanggulangi karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel dari Mako BPBD bersama Damkar Pos Meureubo, Woyla, Arongan, dan Kaway XVI. Penanganan ini juga dibantu penuh oleh TNI, Polri, masyarakat lokal, dan mahasiswa UKM PK UTU dengan sarana pendukung berupa unit kendaraan operasional, mesin pompa air, serta drone pemantau.

Meski demikian, tim di lapangan masih menghadapi hambatan utama berupa terbatasnya sumber air di lokasi kebakaran serta tiupan angin kencang. Kebakaran ini telah merusak vegetasi alam dan memicu asap yang mengganggu pernapasan warga serta pengguna jalan.

“Mengenai penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang,” demikian Teuku Ronal. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.