Komandan Satgaspam Bandara Juanda Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Novi Manunggal dalam keterangan di Sidoarjo, Selasa, menyatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Satgaspam Bandara Juanda, Bea Cukai Juanda, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Integrasi Aviasi Solusi, Kantor Imigrasi, dan demi memperkuat pengawasan arus penumpang serta barang di bandara.
Dia menjelaskan pengungkapan kasus pertama berawal dari informasi Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Juanda mengenai seorang penumpang Batik Air rute Kuala Lumpur-Surabaya yang diduga membawa narkotika pada Senin (3/8).
“Petugas kemudian menempatkan personel di apron, pemeriksaan keimigrasian, hingga area pemeriksaan sinar-x Bea Cukai sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penumpang berinisial DI (22),” ujarnya.
Petugas menemukan narkotika yang disembunyikan menggunakan korset atau pembungkus tubuh berupa empat bungkus sabu-sabu seberat 990 gram dan empat bungkus pil ekstasi sebanyak 1.089 butir yang diperkirakan bernilai sekitar Rp2,79 miliar dan berpotensi menyelamatkan sekitar 6.584 jiwa dari penyalahgunaan narkotika.
Dalam pengungkapan lain, lanjut dia, petugas juga menggagalkan pengiriman paket kargo tujuan Ternate, Maluku Utara, pada Minggu (2/8), setelah menemukan dua kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 188 gram dengan nilai sekitar Rp300 juta.
Seluruh barang bukti beserta pelaku telah diserahkan kepada penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo untuk proses hukum sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
“Dengan ancaman pidana maksimal berupa hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun,” ujarnya.
Dia menegaskan pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan koordinasi lintas sektor guna mencegah segala bentuk tindak pidana, khususnya penyelundupan narkotika melalui jalur udara.
Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan menyatakan Bandara Internasional Juanda merupakan salah satu pintu gerbang utama nasional sehingga pengawasan terhadap arus penumpang dan barang terus diperketat.
Ia menekankan sinergi seluruh pihak akan terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari bahaya peredaran narkotika. (ant)





