Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kantor Bahasa Malut Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah

Jumat, 10 Mar 2023
Oleh:
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara Dr. Arie Andrasyah. [Foto : Istimewa]
Dengarkan dgn suara Siap
8.4K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah di Maluku Utara. Diskusi tersebut bertemakan “Merdeka Belajar Episode ke – 17 Revitalisasi Bahasa Daerah, Kamis (9/03/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Akademisi, Ketua Adat, Budayawan, dan dinas terkait dari lima Kabupaten/Kota sebab di tahun ini lima daerah masuk dalam daerah revitalisasi bahasa daerah, yaitu Kabupaten Halmahera Utara, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Halmahera Barat.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara Dr. Arie Andrasyah Isa menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka ingin menyamakan persepsi diantara lima Kabupaten Kota untuk memiliki satu bentuk kurikulum, silabus, dan model pembelajaran yang bisa di contoh.

“Ini akan dibuat oleh lima Kabupaten Kota. Jadi selama pelaksanaan kami sebagai fasilitator akan memantau. Ketika nanti di lapangn peserta ini akan mengimbaskan dari hasil kegiatan ini kepada guru-guru yang mengajar mata pelajaran bahasa daerah,” ucapnya saat dikonfirmasi oleh media ini di Hotel Emerald Kota Ternate.

Kebetulan Maluku Utara mendapatkan 7 mata lomba, diantaranya, membaca puisi, membaca cerpen, mndongeng, kembang tradisi, berpidato, berbalas pantun, dan permainan tungal. Dalam diskusi ini diharapkan peserta akan memiliki keterampilan ber bahasa daerah untuk mengimbaskan kepada guru-guru yang ada.

Selanjutnya guru-guru memberikn pembelajaran kepada siswa-siswi, karena Kantor Bahasa Maluku Utara pada tahun 2023 telah revitalisasi empat bahasa daerah, yaitu bahasa Ternate, Tobelo, Makian dan bahasa Sula, dan bahasa Sahu yang di Kabupaten Halmahera Barat.

Pasca ini tahapan berikutnya, yaitu pemantauan setelah ada pembelajaran selama tiga bulan untuk mengetahui sudah sejauh mana proses pembelajaran berjalan di lima daerah. Setelah itu baru ada festival tingkat Kabupaten Kota. Disitu peserta akan mendapatkan tujuh mata lomba.

Ketua Panitia Damaz Aristy Sisvareza menambahkan penyampaian Dr. Arie bahwa, disini sudah dibagi yang membaca puisi siswa kelas V SD, tapi nanti implementasinya di kelas I sampai kelas VI. Dan itu guru-guru nanti akan membuat lagi untuk menyesuaikan di kelas I dan kelas II selabusnya seperti apa, begitu juga dengan mata lomba yang lain.

“Untuk lomba tingkat Kabupaten Kota itu akan dilaksanakan oleh pemerintah setempat kemungkinan September sampai Oktober. Sementara lomba ditingkat provinsi Kantor Bahasa yang akan melaksanakan,” tambahnya.

Selain itu lanjut Damaz Aristy, setelah diskusi ini Kantor Bahasa akan mengadakan pelatihan pelajar utama. Nanti di pelajar utama diharapkan guru – guru yang mengikuti pelatihan akan membuat rencana pelaksana pembelajaran dari masing-masing materi, setelah itu baru mereka implementasikan di sekolah masing – masing. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.