LEBAK (kabarpublik.id) – Sebanyak 212 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menanamkan investasi di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang triwulan I 2026. Investasi tersebut berhasil menyerap 2.856 tenaga kerja lokal.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengatakan total investasi pada periode Januari–Maret 2026 mencapai Rp580 miliar dari 664 proyek yang tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp580 miliar atau 206 persen dari target Rp282 miliar,” kata Robertus di Lebak, Jumat (15/5).
Menurut dia, investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai mencapai Rp155 miliar. Selanjutnya sektor gas, listrik, dan air sebesar Rp126 miliar.
Kemudian sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp98 miliar, sektor hotel dan restoran Rp55 miliar, serta industri logam dasar dan peralatan senilai Rp29 miliar.
Sementara itu, investasi PMA terbesar berasal dari Singapura sebesar Rp65 miliar, disusul Tiongkok Rp30 miliar, Amerika Serikat Rp26 miliar, Korea Selatan Rp7 miliar, serta Malaysia dan Inggris masing-masing Rp5 miliar.
Robertus berharap semakin banyak investor PMDN maupun PMA yang menanamkan modal di Kabupaten Lebak guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pengurangan kemiskinan ekstrem.
“Kami berharap investasi terus meningkat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut dia, juga berkomitmen menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan investasi dengan memperkuat promosi potensi daerah ke berbagai wilayah.
Kabupaten Lebak dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan, hingga pertambangan.
Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan kawasan industri seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 13 kecamatan dan terhubung dengan Jalan Tol Rangkasbitung–Serang.







