Laporan : Sujono / Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus melakukan berbagai upaya dan strategi dalam rangka meningkatkan program vaksinasi.
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, pemkab bahkan menggaet kerja sama sejumlah pihak, seperti TNI/ Polri, lintas sektor hingga pemerintah desa, kecamatan, OPD, dan seluruh sekolah serta berbagai gerai vaksin dibuka demi memberhasilkan program vaksinasi ini.
Sebagai daerah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Gorontalo kata orang nomor satu di Kabgor itu, Kabupaten Gorontalo tentunya memiliki sasaran vaksinasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain. Sehingga, untuk mencapai target tersebut Pemkab harus memiliki berbagai cara serta metode.
“Total sasaran vaksinasi masyarakat Kabupaten Gorontalo adalah 316.701 yang terdiri dari tenaga kesehatan, masyarakat umum, pegawai, lansia, serta para anak-anak,” ujar Nelson Pomalingo saat mengikuti rapat evaluasi vaksinasi bersama Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Tuejeh, di aula Kusnodanupoyo Korem 133 NWB Gorontalo, Rabu (12/1/2022).
Nelson menguraikan, untuk tenaga kesehatan sasaran yang menjadi target sebanyak 2053, dengan capaian dosis satu 2537 atau 123,5 persen, dan dosis dua sebanyak 2387 atau 116,2 persen. Sementara untuk para pelayan public jumlah sasaran sebanyak 35. 772 dengan capaian dosis satu berjumlah 22.079 atau 61.8 persen, dan dosis dua 18.796 atau 52.6 persen. Sedangkan untuk Lansia, sasarannya adalah 26.085 dengan jumlah capaian dosis satu 15.729 atau 58.6 persen dan dosis dua 6.319 atau 23.5 persen.
“Masyarakat umum sasaran 209. 767, capaian dosis satu 168.135 atau 80.1 persen dan dosis dua capaian 83.989 atau 40 persen. Anak anak sasaran 38.382 capaian dosis satu 5.641 atau 14.7 persen dan Remaja sasaran 42.354 capaian dosis satu 38.126 atau 90 persen dan dosis dua capaian 22.278 atau 52.6 persen,” jelas bupati.
“Sehingga Total seluruh capaian dosis satu 252.246 atau 79.6 persen dosis dua capaian 133.796 atau 42.2 persen,” ungkap Nelson lagi.
Nelson mengaku bahwa dirinya telah mengintrusikan keseluruh aparat baik ASN dan tenaga kontrak untuk divaksin minimal dosis dua. Seluruh kantor di Kabgor saat ini juga telah dipasang barcode untuk mengontrol aparat yang telah melakukan vaksinasi.





