Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Ditutup Menguat Seiring Maraknya Aksi IPO di Pasar Modal

Kamis, 9 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melangsungkan seremoni pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (08/07/2026). (ANTARA)
Dengarkan dgn suara Siap
2K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat seiring maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini.

IHSG ditutup menguat 39,07 poin atau 0,67 persen ke posisi 5.912,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.

“Bursa kawasan Asia bergerak variatif di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, yang mana militer Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, sebanyak enam perusahaan mencatatkan saham perdana atau menggelar IPO sepanjang pekan ini, dengan total dana terhimpun dari keenamnya sekitar Rp1,79 triliun.

Sebanyak lima saham perusahaan yang menggelar IPO mengalami kenaikan signifikan atau mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sedangkan satu perusahaan masih akan menggelar IPO pada Jumat (10/07) besok.

Di sisi lain, Asia Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,2 persen, yang memberikan gambaran ketahanan ekonomi dalam negeri di saat ketidakpastian geopolitik, posisi Indonesia mencatatkan pertumbuhan stabil.

“Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target yang realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi,” ujar Nico.

Dari mancanegara, konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas yaitu militer AS mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut.

Sementara itu, Iran mengancam akan melakukan operasi pembalasan skala besar terhadap pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut. Permusuhan mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, risalah pertemuan The Fed bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa hanya beberapa pembuat kebijakan yang mendukung kenaikan suku bunga, meskipun para pejabat menyatakan kekhawatiran yang meningkat terhadap inflasi.

Nico mengatakan pelaku pasar saat ini menantikan data klaim pengangguran mingguan terbaru, serta data penjualan rumah yang ada untuk petunjuk baru tentang prospek suku bunga.

“Pasar terus memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun 2026,” ujar Nico.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,14 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 1,28 persen dan 1,08 persen.

Sedangkan tiga melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,40 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang turun masing-masing sebesar 0,29 persen dan 1,40 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu PRDL, JELI, MMIX, JAST, dan ARTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JECX, BAPA, BKDP, PBSA dan MEDS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.226.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,69 miliar lembar saham senilai Rp12,07 triliun. Sebanyak 338 saham naik, 296 saham menurun dan 330 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,55 persen ke 67.856,56, indeks Shanghai menguat 1,65 persen ke 4.036,59, indeks Hang Seng melemah 0,70 persen ke 24.030,18, dan indeks Strait Times menguat 1,20 persen ke 5.433,88. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.