News Update
Live Update Berita Terkini

Hadiri Latihan Mobile Team Training Satgas, Wabup Hendra Sampaikan Apresiasi

Rabu, 29 Sep 2021
Editor:
Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto saat menghadiri kegiatan pelatihan. Sumber foto: Humas Pemkab Gorontalo
Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto saat menghadiri kegiatan pelatihan. Sumber foto: Humas Pemkab Gorontalo
Dengarkan dgn suara Siap
15.4K pembaca

Laporan : Rifaldy Polamolo / Editor : YR

GORONTALO [Kabarpublik.id] – Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S. Hemeto, menghadiri kegiatan pembukaan latihan Mobile Team Training Satgas Standby Force UNPCRS Yonif 7/13 ST tahun 2021 di Yonif 7/13 Satya Tama Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Latihan Mobile Team Training Satgas Force UNPCRS ini merupakan latihan yang ditujuan untuk merekrut para pasukan terbaik Indonesia agar dapat berkontribusi atau mengemban tugas pada misi perdamaian dunia.

Pada kesempatan itu, Wabup Hendra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan latihan tersebut. Baginya, ini adalah kesempatan bagi TNI Indonesia agar dapat berkontribusi pada misi perdamaian dunia.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, ini sangat bermanfaat apalagi bagi para pasukan TNI kita. Semoga latihan yang dilakukan ini berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan.” Ungkap Hendra. Selasa (28/09/2021).

“Kenapa kegiatan ini dilaksanakan, karena sekarang sistim perekrutan pasukan misi perdamaian dunia itu berubah. Misalkan di dunia ini ada satu daerah yang diperlukan untuk melakukan misi perdamaian, maka PBB akan melakukan satu resolusi tentang dibentuknya suatu misi, kemudian akan menawarkan kepada negera anggota, siapa pasukan yang akan berkontribusi untuk misi tersebut.” Jelasnya.

Nantinya akan ada tim yang menilai kelayakan dari setiap pasukan yang akan menjalankan misi yang diberikan. Agar pasukan Indonesia bisa terpilih, maka latihan seperti ini perlu dilakukan.

“Misalkan Indonesia berminat dan bersedia, maka tim akan datang untuk menilai. Oleh karena itu kita memerlukan kesiapan lebih awal agar nantinya dapat terpilih untuk mengemban tugas misi perdamaian dunia tersebut.” Kata dia.

“Untuk dapat menjadi pasukan siaga, ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai. Terutama dari materi-materi yang spesifik PBB. Sehingga dalam latihan ini, anggota dari 7/13 akan dilatih.” Pungkasnya. #[KP].

No More Posts Available.

No more pages to load.