oleh

Dialog Publik Peringati HUT ke 348 Kabgor, Bupati Nelson Paparkan Capaian Target Lima Tahunan

-BERITA-15 views

Laporan : Sujono
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menjadi pembicara utama dalam Dialog Publik Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 348 Kabupaten Gorontalo, yang disiarkan langsung secara live di Radio Poliyama, Ahad (21/11/2021).

Kegiatan yang dipusatkan di Panggung Demokrasi, Jalan Bengawan Solo, Kota Gorontalo tersebut dihadiri ketua DPRD Kabgor serta sejumlah tokoh daerah.

Nelson yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Hadijah U. Tayeb dan para SKPD, memaparkan capaian rencana pembangunan lima tahunan yang telah dicapainya sejak tahun 2016. 

Menurut Nelson, capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo terbilang Gemilang.

“Selama lima tahun kami punya target membangun melalui RPJMD, dan Alhamdulillah dari semua target itu gemilang. Gemilang artinya melampaui target. Jadi kalau kita punya target 100 ternyata yang dicapai adalah 120,” ujar Nelson Pomalingo.

“Meskipun ada juga yang memenuhi target 35 persen. Akan tetapi kalau kita melihat secara keseluruhan berarti sudah bagus,” kata Nelson lagi.

Nelson menjelaskan pula bahwa meskipun dari segi pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak terjadi kenaikan yang signifikan atau mencolok, namun Pemkab berhasil mempertahankan pemerataan ekonomi.

“Karena kadangkala pertumbuhan ekonomi meningkat tinggi, tapi pemerataan tidak terjadi maka ini tidak semua rakyat bisa menikmatinya,” jelas Nelson.

Selain itu, trend peningkatan juga terjadi di sektor pendapatan perkapita masyarakat. Yang awalnya hanya berkisar Rp. 29 juta per tahun per orang di tahun 2016, menjadi Rp. 34 juta per tahun per orang pada 2021.

Mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Nelson menyebutkan terjadi juga peningkatan. Di mana di 2016 sebesar 64 persen, menjadi 66,92 persen pada tahun 2021.

“Dan kita memiliki target tahun ini menjadi 70,25 persen. Sebenarnya naik tajam namun karena kondisi pandemi maka terjadi pelambatan,” papar Nelson Pomalingo.

Ia juga memaparkan menurunnya angka kemiskinan yang terjadi secara berangsur-angsur. Di mana penurunan terjadi sebanyak kurang lebih 3 persen selama 5 tahun terakhir.  Yakni dari 21,8 persen, menjadi 17,56 persen angka kemiskinan di tahun 2021.

“Jadi ada trend penurunan yang konsisten di tiap tahun. Walaupun relatif kecil atau hanya dikisaran satu persen tapi jelas,” katanya.

“Dan mudah-mudahan, kalau ekonomi kita membaik kita target dua persen per tahun. Jadi  kalau rata-rata penurunannya 2 persen maka di tahun 2025 angka kemiskinan tinggal 10 persen atau 11 persen,” sambungnya.

Sementara itu, untuk tingkat pengangguran sendiri turun dari 3,4 persen menjadi 2,9 persen, walaupun di era pandemi mengalami sedikit kenaikan.

Dan yang paling menarik, kata Nelson, adalah Indeks Gini Rasio daerah di mana pada 2019 ada di posisi sampai 0,38 dari 0,4.

Rasionalisasi Koefisien Gini Rasio menurutnya jika berada di angka lebih kecil maka menandakan telah mengalami pemerataan. Sebaliknya, jika lebih besar, maka tidak terjadi pemerataan.

“Kemudia juga soal inflasi yang juga terkendali,” ucap Nelson.

“Lalu di sektor pendidikan, APM APK kita terus naik. Yang mempengaruhinya adalah lama sekolah. Itu yang mempengaruhi IPM kita. Karena ada pertanyaan kenapa IPM Kabgor rangking 3 di seluruh Provinsi Gorontalo,” tambahnya

Kendala tersebut sambung Nelson terletak pada point lama sekolah masyarakat. Yang mana, harapan lama sekolah rata-rata hanya berkisar 13 persen dari 7 koma sekian persen sebelumnya. Dengan kata lain, hanya sekitar beberapa persen saja masyarakat Kabgor yang berlatar pendidikan SLTA.

“Untuk sekolah ini butuh waktu yang lama. Bayangkan rata-rata masyakarakat Gorontalo 60 persen berpendidikan SD dan untuk menaikan pendidikannya tidak dengan waktu yang singkat. Sementara rata rata sudah usia lanjut,” jelas Nelson.

Namun begitu, untuk mengatasi masalah pendidikan tersebut, Pemkab Gorontalo saat ini terus mendorong peran Lembaga Pendidikan Paket, baik paket A, B, maupun C.

“Kenapa agar supaya angka lama sekolah ini naik . Dengan begitu tingkat pendidikan kita akan baik, kemudian life skillnya juga akan meningkat sehingga dia lebih produktif,,,”

“Dan yang ketiga kami masukkan juga pendidikan keluarga. Karena problem-problem itu dari keluarga. Dan alhmdulillah dulu paket A kita hanya 800an orang sekarang sudah sekitar 3000an warga belajar kita,” papar Nelson. #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed