Breaking News
Live Update Berita Terkini

Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Sehat

Senin, 8 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Kalkulator di antara uang kertas rupiah (Shutterstock/pri.)
Dengarkan dgn suara Siap
3.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi kunci penting dalam mengelola keuangan, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu. Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat mengendalikan pengeluaran dan menjaga kesehatan finansial.

Perencana Keuangan Finante.id, Rista Zwestika CFP, WMI, mengatakan cara paling sederhana untuk membedakan kebutuhan dan keinginan adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan membeli suatu barang.

“Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?” ujar Rista saat dihubungi ANTARA, Senin (8/6).

Menurutnya, jika ketiadaan barang tersebut menghambat aktivitas utama sehari-hari, maka barang itu dapat dikategorikan sebagai kebutuhan. Sebaliknya, jika hanya berfungsi menambah kenyamanan, mengikuti tren, atau pembeliannya dapat ditunda tanpa mengganggu aktivitas, maka barang tersebut lebih tepat disebut sebagai keinginan.

Selain itu, Rista menyarankan masyarakat menerapkan jeda waktu sebelum membeli barang yang tidak direncanakan. Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari keputusan belanja yang didorong emosi atau keinginan sesaat.

“Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak direncanakan,” katanya.

Dengan memberikan waktu jeda, seseorang memiliki kesempatan untuk menilai kembali apakah barang yang ingin dibeli benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan.

Rista menilai kebiasaan menunda keputusan pembelian dapat membantu menekan pengeluaran impulsif yang sering dipicu oleh promosi, diskon, maupun dorongan untuk mengikuti tren.

Ia menegaskan bahwa kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sangat penting dalam menentukan prioritas pengeluaran. Langkah tersebut dapat membantu masyarakat mengatur keuangan secara lebih bijak dan mengurangi risiko masalah finansial di masa depan.

“Setiap pembelian sebaiknya disesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan yang benar-benar penting agar kondisi keuangan tetap terjaga,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.