News Update
Live Update Berita Terkini

Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik dari Mobil agar Cat Tidak Baret

Senin, 7 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat di sebagian besar wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup tebal terlihat di teras dan halaman rumah serta kendaraan, Jumat (6/9/2026).ANTARA/Ahmad Fikri.
Dengarkan dgn suara Siap
30.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Abu vulkanik yang menempel pada kendaraan perlu segera dibersihkan dengan cara yang tepat. Jika langsung digosok saat abu masih kering, partikel tersebut dapat menggores lapisan cat mobil.

Ahli otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi mengatakan pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menggunakan spons, kain, atau alat pembersih lainnya ketika abu vulkanik masih menempel di permukaan mobil.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Menurut dia, langkah pertama yang paling aman adalah membilas kendaraan dengan air mengalir dalam jumlah cukup hingga sebagian besar abu terlepas.

“Urutan yang paling aman adalah bilas dengan cukup banyak air, cuci dengan sampo mobil pH netral, gunakan metode dua ember agar kotoran tidak kembali ke permukaan cat, lalu keringkan dengan microfiber bersih secara menepuk atau usap ringan,” kata Agus saat dihubungi dari Jakarta, Senin (7/9/2026).

Jangan Langsung Menggosok Abu Vulkanik

Agus menjelaskan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dengan debu biasa. Partikelnya cenderung kasar dan tajam sehingga gesekan dengan permukaan cat dapat menimbulkan baret seperti efek amplas halus.

Karena itu, pemilik kendaraan perlu meminimalkan kontak langsung antara alat pembersih dan permukaan mobil sebelum abu terbilas.

Metode dua ember dapat digunakan setelah proses pembilasan. Satu ember berisi campuran sampo mobil, sedangkan ember lainnya digunakan untuk membilas wash mitt atau kain microfiber.

Cara tersebut membantu mengurangi risiko partikel abu yang sudah terangkat kembali menempel pada alat pembersih dan menggores cat mobil.

Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu juga mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak langsung mengelap atau menggosok permukaan mobil yang masih dipenuhi abu kering.

“Kunci membersihkan abu agar tidak merusak lapisan cat adalah meminimalkan kontak fisik dengan cat sampai sebanyak mungkin abu sudah terbilas. Jangan langsung digosok menggunakan spons, kanebo, atau microfiber pada permukaan yang masih dipenuhi abu kering,” ujar Yannes.

Bilas dengan Air Mengalir

Yannes menyarankan kendaraan dibilas menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup sampai abu terlepas dari permukaan.

Proses pembilasan sebaiknya dilakukan di tempat teduh agar air tidak cepat mengering dan meninggalkan endapan pada bodi kendaraan.

“Bilas terlebih dahulu menggunakan air mengalir dalam jumlah cukup hingga debunya terlepas, idealnya di tempat teduh agar permukaan tidak terlalu cepat mengering. Setelah abu terlihat benar-benar terangkat, barulah lakukan pencucian,” katanya.

Setelah pencucian selesai, kendaraan perlu dibilas kembali. Pengeringan kemudian dilakukan menggunakan kain microfiber yang bersih dengan tekanan ringan.

Agus mengingatkan pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan kain kering, kemoceng, spons kotor, atau memberikan tekanan gosokan yang kuat saat membersihkan mobil.

Alat dan teknik yang kurang tepat dapat membuat partikel abu terjebak di antara kain dan permukaan cat sehingga menimbulkan goresan.

Untuk memberikan perlindungan tambahan setelah kendaraan benar-benar bersih, pemilik dapat menggunakan wax atau polish. Produk tersebut dapat membantu memberikan lapisan proteksi sehingga kontaminan lebih sulit menempel pada permukaan cat.

No More Posts Available.

No more pages to load.