News Update
Live Update Berita Terkini

BNPB Tangani Karhutla Sekitar 400 Hektare di Kalimantan Timur

Kamis, 10 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memberikan keterangan dalam kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Dengarkan dgn suara Siap
3.9K pembaca

BANJARBARU (kabarpublik.id) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai sekitar 400 hektare di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan mineral. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan karena sejumlah titik yang sempat dipadamkan kembali terbakar.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

“Lahannya gambut dan mineral, tetapi yang terbakar didominasi lahan mineral. Sekitar 400 hektare. Padam, kemudian hidup lagi, padam, hidup lagi. Dalam proses penanganan,” kata Suharyanto.

Menurut dia, sejumlah lokasi yang masih menjadi perhatian berada di kawasan Bukit Soeharto dan sepanjang jalur Balikpapan–Samarinda. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan agar api tidak kembali meluas.

Suharyanto menjelaskan wilayah Kaltim memiliki kombinasi lahan gambut dan mineral. Namun, lahan mineral lebih dominan karena aktivitas perkebunan, termasuk sawit, belum berkembang secara masif di sejumlah wilayah.

“Di sana belum masif ya perkebunan, seperti sawit. Jadi sebagian lahan di sana ada gambut, tetapi lebih banyak yang mineral,” ujarnya.

Dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan, luas karhutla di Kaltim disebut masih lebih kecil. Meski demikian, BNPB tetap memperkuat penanganan karena karakter kebakaran yang dapat kembali muncul setelah api dinyatakan padam.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan satuan tugas darat serta dukungan operasi udara. Helikopter pengebom air atau water bombing dikerahkan untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

BNPB juga menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan potensi curah hujan di wilayah yang membutuhkan, dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer. Hujan diharapkan dapat meningkatkan kelembapan lahan sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali titik api.

“Penanganan karhutla di Kaltim terus dilakukan meskipun luas areal terbakar masih lebih kecil dibandingkan sejumlah provinsi lain di Kalimantan. Kekuatan yang dikerahkan disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mencegah api kembali meluas,” ujar Suharyanto.

No More Posts Available.

No more pages to load.