Breaking News
Live Update Berita Terkini

BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar pada Senin

Senin, 8 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi : Pengendara sepeda motor menerobos hujan lebat di Jalan Sudirman, Jakarta (ANTARA)
Dengarkan dgn suara Siap
3.9K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin (8/6/26).

Prakirawan BMKG Henokhvita menjelaskan, secara umum terdapat sejumlah daerah konvergensi yang memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga Papua Barat bagian utara, serta dari perairan selatan Kalimantan Tengah menuju Selat Karimata.

Selain itu, konvergensi juga terdeteksi membentang dari Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, dari Laut Banda hingga Pulau Seram, serta dari Teluk Cendrawasih menuju pesisir utara Papua Barat.

Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilalui jalur konvergensi maupun konfluensi.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Tanjungpinang dan Palembang.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Nabire, dan Merauke.

Adapun sejumlah kota besar lainnya diperkirakan mengalami cuaca berawan, antara lain Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.

Di sisi lain, BMKG kembali menjelaskan fenomena bediding atau penurunan suhu udara yang kerap terjadi pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial dan sering disalahartikan sebagai cuaca ekstrem.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa bediding merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi saat musim kemarau dan bukan termasuk kejadian cuaca ekstrem.

Menurutnya, suhu udara terasa lebih dingin karena minimnya tutupan awan pada malam hari, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer. Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembapan udara yang rendah serta masuknya massa udara kering dari Australia.

BMKG menyebut fenomena suhu dingin musiman ini umumnya mulai terasa pada Juni dan cenderung mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus, terutama ketika langit cerah pada malam hari dan angin timuran atau Monsun Australia semakin kuat.

No More Posts Available.

No more pages to load.