Laporan : Jhen / Editor : YR
SUMBAR[kabarpublik.id] – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang diwakili oleh Amelia, MA menghadiri acara wisuda 27 santri tahfizh Yayasan Karnia Hasri di Sungayang, Kamis 26 Januari 2023.
Dalam sambutannya, Amelia menyampaikan bahwa “Alhamdulillah kerjasama antara FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan Yayasan Karnia Hasri berjalan dengan lancar dan merupakan salah satu wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakar.”
“Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Karnia Hasri ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan inovasi penyelenggaraan program pendidikan di rumah tahfizh yayasan dengan menyediakan narasumber parenting, penguji tahfizh, pengajar bahasa arab dan guru dirosah Islamiyah.” sambungnya.
“Nama UIN di Batusangkar melekatkan nama tokoh Prof. Mahmud Yunus yang berasal dari nagari ini yaitu Sungayang. Beliau merupakan seorang ahli bahasa Arab dan pendidikan Islam yang sampai saat ini metode pengajaran beliau tetap dipakai oleh kementerian agama. Beliau mengarang setidaknya 75 buku dalam upaya memajukan pendidikan keislaman untuk bangsa indonesia. Semoga dari santriwan yang diwisuda hari ini lahir Mahmud Yunus – Mahmud Yunus yang baru.” harapnya.
Sementara Wabup Richi Aprian dalam sambutannya mengatakan”Kemajuan zaman dan teknologi saat ini jika anak-anak dan generasi penerus tidak dibentengi dengan iman, ilmu agama dan membaca Al-Quran hingga menghafalnya maka dikhawatirkan generasi harapan daerah, bangsa dan negara ini akan terjerumus kepada pergaulan bebas dan penyakit masyarakat lainnya.
“Pemerintah Daerah tidak merasa berjuang sendiri, Alhamdulillah dukungan dari tokoh-tokoh di ranah dan di rantau merasa peduli terhadap generasi masa depan dengan membangun rumah tahfidz,” ungkapnya.
Wabup juga bersyukur, karena harapan untuk mencetak generasi yang qurani telah berjalan dengan baik dan ini dibuktikan dengan diresmikannya rumah Tahfidz Karnia Hasri dan juga gratis bagi santrinya sekaligus wisuda waqaf hafizd ke 2 sebanyak 26 santri dari 30 santri hafizh 1 sampai 3 juz.
Diakui Wabup Richi, hal ini tentu tidak mudah jika tidak ada dukungan orang tua, niniak mamak, ulama, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan di zaman yang semakin maju ini.
Sedangkan perwakilan Pengurus Yayasan H. Gusmaidi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan tahfizh di Yayasan Karnia Hasri bekerjasama dengan FTIK UIN Mahmud Yunus Batusangkar merupakan satu wujud pengabdian keluarga besar dalam rangka mendukung program pemerintah daerah untuk kemajuan siar keagamaan di Nagari.
“Saat ini yayasan memiliki 58 santri dan santriwati yang dididik oleh 7 orang guru dan pengasuh. Diharapkan dari pendidikan ini dapat melahirkan generasi ulama dan pemimpin yang paham dengan agama.” ujar sosok purnawirawan Kolonel yang mengabdikan diri di Angkatan Laut ini.
Kegiatan wisuda ini turut dihadiri Kadis Sosial yang juga pembina rumah Tahfiz Afrizon, Ketua MUI kabupaten Tanah Datar Drs. H. Masnefi, Camat Sungayang Narti dan Forkopimca, Wali Nagari Sungayang Nofri, Ketua Forum Komunikasi Tahfidz Tanah Datar dan tokoh masyarakat.





