Oleh : Jaidi Abdul Gani (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya)
Ini penting untuk diketahui bersama. Jangan ada yang bakal terseret dengan hukum akibat tidak transparannya pengelolaan anggaran penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19). Sebagai warga Halmahera Timur, saya berkompeten untuk mengingatkan kepada semua pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan bahkan hingga ke tingkat desa. Ini dikarenakan anggaran untuk pencegahan Covid-19 disemua tingkatan pemerintah digeser untuk penanggulangan mereka yang terdampak Corona.
Oleh karena itu, penting dilakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran disetiap instansi pemerintahan hingga yang paling kecil. Demikian halnya dengan anggaran pemerintah di Halmahera Timur khusus penanganan Covid-19. Dibutuhkan transparansi atas penyaluran serta jumlah anggaran yang digunakan. Jika tidak, rentan diselewengkan pengelolaannya.
Diharapkan seluruh masyarakat wajib mengawasi penggunaan anggaran tersebut agar tidak diselewengkan. Pengelolaan anggaran yang tidak terkontrol bias dimanfaatkan situasinya oleh oknum-oknum memanfaatkan situasi seperti ini. Bisa jadi, tidak menutup kemungkinan dalam situasi seperti ini ada oknum yang memanfaatkan situasi. Karena ini bencana darurat nasional, jangan sampai digunakan sebagai alat politik dan kepentingan pribadi.
Untuk itu yang menjadi perhatian bersama adalah Kabupaten Halmahera Timur, Ada dugaan kuat jika Pemerintah Daerah setempat kurang transparan dalam penggunaan anggaran Covid-19 yang nilainya mencapai 16,7 miliar tersebut.
Kepala Bagian Komunikasi dan Dokumentasi Haltim harus terbuka memaparkan anggaran untuk penanganan Covid-19 total 16,7 M. Pergunakan untuk apa saja? Dinas apa saja yang anggarannya digeser. Keterbukaan ini harus disampaikan ke media dan masyarakat, sehingga masyarakat tahu dengan jelas. Bagaimanapun anggaran anggaran dana yang ada di APBD maupun APBN sumbernya dari rakyat. Masyarakat wajib tahu dan wajib mengawalnya secara bersama-sama. “Uang yang dkelolah oleh pemerintah sumbernya dari rakyat dan untuk rakyat.” Olehya, Saya secara pribadi siap menjadi garda terdepan bila ada temuan dan laporan masyarakat terkait penyelewengan anggaran tersebut.
Persediaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19 di Halmahera Timur, boleh dikata minim dari ketersediaan sarana medis. Sementara tercatat terdapat anggaran 16,7 miliar yang digelontorkan hanya untuk pengadaan sarana medis. Nah, keterbukaan itu sangat dibutuhkan sehingga kita bias mengontrol berapa dana yang dibelanjakan dan berapa dana pula yang disebarkan untuk mereka yang terpapah Covid-19. Penguatan kesehatan masyarakat melalui pencegahan Covid-19 juga menjadi perhatian serius oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan di Haltim.
Kita tahu bersama, pihak Kepolisian berada di lapisan pertama bersama dinas Kesehatan khususnya para medis untuk menyampaikan bahaya Corona. Apalagi, pihak Kepolisian wajib mengamankan Maklumat Kapolri sehigga penyebaran Corona tidak terjadi. Namun bukan berarti pihak Kepolisian mengabaikan tugasnya dalam mengawasi penggunaan anggaran besar ini. Ak ada pilih kasih atas penyelahgunaan wewenang, baik jabatan ataupun kebijakan keuangan yang menyimpnag. Demikian halnya dengan pihak Kejaksaan. Fungsi kontrol yang menjadi roh dari Kepala Kejaksaan Agung RI bias diterapkan sehingga mampu meminimalisir kecurangan atau penyalahgunaan anggaran. Diketahui bahwa pihak Kejaksaan tidak lagi menaruh target besaran kasus yang ditanagani, namun lebih menekankan berapa banyak arahan dan pengawasan yang dilakuakn Kejaksaan sehingga mampu mengindari para pengambil kebijakan jatuh dan terporosok dalam kasus hukum.
Lebih dari itu, saya mengajak kita semua warga Haltim untuk berdoa bersama-sama memohon belas kasian Allah SWT agar kita semiu terhindar dari ancaman virus Corota dan InsyaAllah, wabah virus Covid-19 akan berakhir jelang Ramadhan pekan depan, sehingga kita semua bisa memaknai betapa pentingnnya berada dalam peribadatan yang dilakukan secara berjamaah dibulan yang penuh berkah dan pengampunan itu. Aamiin YRA.##





