NUSANTARA (kabarpublik) – Pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan seperti memindahkan logistik (barang), karena menyangkut aspek kemanusiaan. Sebab itu diperlukan kesiapan serius dalam banyak aspek.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, usai mengikuti rapat koordinasi Komisi II dengan sejumlah mitra kerja di kawasan IKN.
“Ini bukan memindahkan barang, tetapi memindahkan manusia,” tegasnya, dikutip dari Parlementaria, Kamis (13/11/2025).
Komisi II, kata dia, ingin memastikan seluruh prasyarat kemanusiaan terpenuhi sebelum pemindahan ASN dimulai, termasuk kesiapan rumah sakit, perumahan, sekolah, dan fasilitas dasar lainnya.
Kesiapan infrastruktur juga harus disertai perencanaan sosial dan psikologis yang matang. “Kita bicara psikologis, sosiologis, bahkan persoalan domestik. Misalnya, kalau suami-istri keduanya ASN, apakah keduanya harus pindah, atau salah satunya tetap di Jakarta? Ini harus dibahas cermat,” jelasnya.
Sebab itu Aria berpendapat, jadwa pemindahan ASN harus segera diatur dengan baik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dan segera dilakukan.
“Tidak mungkin IKN dikosongkan seperti sekarang. Kalau tidak segera dimanfaatkan, saya khawatir kesannya seperti mangkrak,” jelasnya.
Komisi II juga tengah menyiapkan rencana dan roadmap untuk pembangunan gedung legislatif dan yudikatif yang akan didanai melalui anggaran 2026. “Kami ingin memastikan pembangunan IKN berjalan beriringan antara infrastruktur, kelembagaan, dan kemanusiaan,” tutupnya.







