Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan HBKB yang semula dijadwalkan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, diakhiri pada pukul 09.00 WIB setelah kegiatan Amarta Run dan ASN Run selesai.
“Langkah ini merupakan upaya antisipatif untuk melindungi masyarakat dari potensi paparan abu vulkanik,” kata Budi dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu.
Budi mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah potensi paparan abu vulkanik.
Selain mempercepat penghentian HBKB, petugas Dishub DKI Jakarta yang berada di lapangan turut membagikan masker kepada masyarakat dan mengimbau warga segera kembali ke rumah.
“Kami mengarahkan petugas di lapangan untuk membagikan masker kepada masyarakat dan mengimbau warga agar segera kembali ke rumah,” katanya.
Selain itu, petugas juga mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik.
Budi mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan kondisi abu vulkanik dan kualitas udara untuk menentukan aktivitas di luar rumah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keselamatan warga sekaligus mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat kondisi udara setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi abu vulkanik dan kualitas udara,” kata Budi.





