Breaking News
Live Update Berita Terkini

8 PEJABAT ESSELON III KABUR SAAT TES URINE, GRANAT MINTA SEKDA GORUT BERTINDAK

Kamis, 6 Des 2018
Oleh:
Dengarkan dgn suara Siap
10.2K pembaca

Laporan : Tim Kabar Publik

Editor. : Mahmud/Arsad

 

KWANDANG (KP) – Bertempat di ruang Tinepo, Kantor Bupati Gorontalo Utara sebubungan dengan Pembinaan Pejabat Esselon III dilingkungan Pemda Kab.Gorontalo Utara, BNNK Gorontalo Utara menggelar Uji Urine terhadap semua pejabat esselon III yang hadir dalam acara tersebut. Dari 72 orang pejabat esselon III yang hadir, yang mengembalikan formulir uji urine sebanyak 64 orang, 8 orang diantaranya tidak mengembalikan formulir tes urine serta tidak ikut serta dalam uji urine tersebut tanpa ada alasan yang jelas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Yassin SH, MH pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Uji Urine di lingkungan Pemda Kabupaten Gorontalo Utara dimaksudkan agar aparatur Pemda Gorontalo Utara benar-benar bersih dari pengaruh Nakoba dan Narkotika pada umumnya.
“Kita harus beritahukan ke publik bahwa kita para aparatur sipil negara dilingkungan Pemda Kab Gorut benar-benar bersih dari pengaruh Narkoba, hal ini pula serangkaian dengan upaya untuk mendukung Program Pemerintah Republik Indonesia di bidang Revolusi Mental,” kata mantan Karo Hukum Propinsi Gorontalo ini.

Sementara itu Kepala BNNK Gorontalo Utara, Dr. Ibrahim Paneo saat dihubungi oleh kru media ini mengatakan bahwa kegiatan uji urine ini adalah bentuk legalisasi dari seorang aparatur sipil negara dari pengaruh Narkotika secara Umum.
“Ya, seseorang boleh menklaim bahwa dirinya tidak terkontaminasi narkoba ketika yang bersangkutan sudah mengikuti tes urine ini,” kata mantan Kadis Kesehatan Kab.Gorontalo ini

Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika(GRANAT) Kab.Gorontalo Utara, Arsad Tuna, yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Namun, dirinya meminta agar Pemda menseriusi 8 ASN yang lolos dalam tes urine itu yang diduga sengaja melarikan diri dari pemeriksaan itu.
“Sebagai panglima ASN, Sekda wajib memanggil ke 8 ASN yang diduga sengaja melarikan diri saat dilakukan uji urine, bagaimanapun caranya, mereka patut dicurigai,” ungkap Arsad Tuna.#(KP/AT)

No More Posts Available.

No more pages to load.