ISTANBUL (Kabarpublik.id) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi.
Dalam pernyataannya, Kamis, IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.
Terpisah, militer Iran menyatakan telah menyerang sistem Patriot dan fasilitas komunikasi miliki Armada Kelima AS di Bahrain.
Militer Iran juga mengkonfirmasi sejumlah drone telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Iran selatan.
- Semarak HUT RI ke 78, TP PKK – PMI Cabang Boalemo Gelar Bakti Sosial Donor Darah
- Tiga Dosen Muda UIN Mahmud Yunus Batusangkar Lakukan Visiting Lecture
- RAPAT PARIPURNA KATA AKHIR FRAKSI FRAKSI DPRD TERHADAP RANCANGAN PERUBAHAN PERATURAN DAERAH NO 9 TAHUN 2018 TENTANG PAJAK BUMI BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN
Pasukan Iran juga senantiasa siap mengkonfrontasi musuh “hingga nafas terakhir” dan tidak akan mundur hingga semua musuh mendapat ganjaran atas tindakan mereka, demikian pernyataan militer Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan kawasan yang mengalami eskalasi menyusul serangan AS ke Iran selatan dan serangan balasan Iran terhadap aset militer AS di kawasan.
Sumber: Anadolu (ant)






